WARNING!

Jangan terlampau serius baca blog ini, sebab sesuai namanya—KLOSET—ini sekadar tempat pembuangan saja. Tak lebih.

Untuk yang copy paste, terimakasih. Anda telah mendukung program pemerintah ‘Indonesia Kreatif’.

Indonesia (dok operationworld dot org) October 20, 2014

SOEMPAH [masih] PEMOEDA

October 16, 2014

0

Oendangan Reoeni (dok klosetide)

Posted in: Kloset

Telor Berendam

October 1, 2014

0

laskar pendaki (dok klosetide-art by Gora Wijaya)

Dataran pekat aspal seperti menguap. Menampakan jilat-jilat fatamorgana. Terik matahari ganas merambat melalui pori-pori kulit. Wajah-wajah para pejalan pasti bak ditampar oleh teriknya. Bercelana pendek dan pake kaos singlet adalah satu kesejukan, antisipasi banjir keringat yang fatal. Dan gadis berambut panjang menjuntai hingga punggung itupun melenggang turun dari angkot siang itu.

Posted in: Expedition, Short Story

Aku, Kau, dan Sepanjang Rindu

September 18, 2014

0

The Legend 04 (dok. ogeb)

Kau ke kanan aku ke kiri. Kau ikuti arus utama aku malah jauhi itu semua. Kau jalani rutinitas aku lebih senang menjauhinya. Meski aku hormati, tapi aku tak bisa sepenuhnya ikuti.

Posted in: Poem

Bahasa Telegram

September 8, 2014

0

Ibu (dok. klosetide)

Malam telah turun dengan gelisah titik Ia hadir berbarengan dengan mendung yang menyapu langit jingga menjadi keabuan titik Mungkin langit tengah mengancamku koma atau sekadar menakut-nakutiku titik Tentu saja untuk berhenti titik Berhenti dari perjalanan malamku ini titik

Posted in: Poem

Anjing di Pangrango

August 28, 2014

0

Anjing di Pangrango (dok.klosetide)

Mang Idi mulai lagi dengan aktivitas lamanya, garuk-garuk kepala. Sebelumnya dia membuka kopiahnya. Soalnya kepalanya tadi dibungkus oleh kopiah. Jadi, buat menggaruknya Mang Idi harus membuka dulu kopiahnya. Kalau gak dibuka kopiahnya jadinya Mang Idi menggaruk-garuk kopiahnya, bukan kepalanya.

Posted in: Short Story

Serupa Beda

July 21, 2014

0

Lita'arufu (dok foundcarekidsdotorgdotau)

Cinta dan benci, adalah dua rasa yang berasal dari unsur serupa Tuhan hanya membubuhkan warna yang berbeda pada keduanya saja

Posted in: Poem

Balada Anak Bahari [Part. 3]

July 19, 2014

0

Balada Anak Bahari (dok klosetide)

Sore itu Djono dan Darsinah pulang ke haribaannya. Aktivitas senja bergulir seperti biasa. Anak-anak bermain bola, kasti, gatik, dan muda-mudi berduaan duduk di pinggir pantai menikmati jingga lembayung senja.

Posted in: Short Story

Balada Anak Bahari [Part. 2]

July 14, 2014

0

Balada Anak Bahari (dok klosetide)

Pyakk.. Pyukk.. Kehidupan pesisir dibuka oleh desir kecil ombak yang menabrak bibir pantai mengeluarkan irama yang konsisten. Kilau emas mentari menyinari pucuk-pucuk daun nyiur. Iringan sepasukan camar membentuk barisan rapi bak satu skuadron pesawat jet yang tengah berparade. Mereka berarak dari timur ke barat daya.

Posted in: Short Story

Balada Anak Bahari [Part. 1]

June 17, 2014

0

Balada Anak Bahari (dok klosetide)

Sinar surya sore menggores langit jingga. Melukis lantai laut dengan kilau keping-keping kaca. Semilir angin laut dari kejauhan menggulung ombak menyongsong bibir pantai dengan mesra. Menghapus guratan awan dari mega. Menyeret serta berpuluh perahu nelayan menuju ke dermaga. Berarak ramai menjauhi batas cakrawala. Cericit burung camar urun menyemarakan kepulangannya. Hamparan samudera mahaluas tersaji menjadi saksi kembalinya surya ke dalam peraduannya.

Posted in: Short Story

Buku: Tuhan, Aku, dan Alam

June 10, 2014

0

Buku Tuhan, Aku, dan Alam (dok penerbitandi)

“Ingatlah bahwa di mana pun engkau berada dalam perjalananmu, betapa pun terjalnya dinding lembah yang harus kau lewati, betapa tinggi puncak yang harus kau daki, ingatlah bahwa semua itu adalah bagian dari bumi tanah air kita yang tercinta… Indonesia. Jika engkau telah sampai ke taraf ini, maka di pelosok mana pun dunia tempat kau berada, maupun di bawah naungan Matterhorn, Jungefrau, di puncak El Capitan di Sierra Nevada, di jaluran glasial di Rocky Mountain atau di Alaska, di Appalachian, di daerah Khasmir atau Nepal, di Hokkaido maupun sekitar Gunung Fujiyama yang suci ataupun puncak-puncak gunung di Selandia Baru… engkau senantiasa dan selalu akan mengarahkan wajahmu ke daerah Khatulistiwa di antara Benua Australia dan Asia… yaitu Ibu Pertiwi Indonesia… “die Heilige Heimat”, karena ia adalah Mekkah dan Roma bagimu…”

Posted in: Book Recency, Expedition

Selengkung Rusuk

May 26, 2014

0

Costae (dok google)

Kenapa kita mesti menahan rasa rindu? Toh kita sama-sama tahu kalau kita merindu

Posted in: Poem

Persinggahan Sementara

May 9, 2014

0

Untung (dok kemenagdotgodotid)

Hari telah beranjak petang ketika hujan mulai menitikan airnya. Awalnya hujan turun renyai kemudian dengan cepat berubah menjadi deras. Sangat deras. Bulir-bulir airnya menghujam atap sebuah rumah yang belum sepenuhnya rampung terbangun. Baru sore tadi rumah kecil itu berdiri. Dan entah sebab apa, belum juga selesai lalu ditinggalkan teronggok begitu saja. Tak pantas dikata sebagai hunian yang laik. Pondasinya sama sekali tak kokoh. Hampir roboh. Doyong.

Posted in: Short Story

Berhaji Di Jayagiri

April 29, 2014

0

Gn. Jayagiri (dok aden sumitro)

Seorang teman datang dari seberang. Dari seberang dia datang dengan tenang. Dia mengaku sebagai seorang perjaka. Ah, perjaka atau gak itu urusan dia. Gue gak bakal ngecek status itu.

Posted in: Short Story

Kesempitan Dalam Kesempatan

April 21, 2014

0

Kesempatan_Dalam_Kesempitan (dok warkop dki)

Sebuah cangkir keramik yang telah berisi setengah kopi hitam masing-masing tersaji di depannya. Dalam rentang waktu sepuluh menit yang terlewat keduanya belum saling beradu kata-kata. Seperti tersekat oleh garis teritori, mereka menjalani dunianya sendiri-sendiri.

Posted in: Short Story

Jam Istirahat Makan Siang

April 16, 2014

0

Jam Istirahat Makan Siang (dok Ghora W)

HANYA beberapa meter dari ambang pintu masuk sebuah coffee shop di bilangan selatan Jakarta duduklah seorang pria muda. Rambutnya tersisir acak berjingkrak, mengilap lewat polesan wax. Matching dengan bentuk wajah kotaknya. Rahangnya kokoh. Bulu-bulu halus melintang di sekitar bagian atas bibirnya, memunculkan duga jika baru beberapa hari pisau cukur membabatnya. Pria metropolis itu gagah dengan setelan kantorannya, rapi berdasi.

Posted in: Short Story

Cinta Tok (Bukan) Bahan Bakar Rumah Tangga

April 6, 2014

0

Cinta Tok (dok ismailiroprojoblogspotdotcom)

Sepanjang jalan menuju rumah Wita suasana hati Pijar mendadak tak menentu. Kadang senang. Kadang gelisah. Kadang juga khawatir hadir. Degup jantung mengikuti irama kayuhan becak yang dinaikinya. Kadang melamban pelan. Kadang merambat cepat.

Posted in: Short Story

Ketahuilah

April 3, 2014

0

Blood (dok layoutsparksdotcom)

Ketahuilah olehnya..

Posted in: Poem

Rampai Syair

March 31, 2014

0

Mentari-Senja (dok klosetide)

“..pernah, untuk sesaat aku berpikir engkau adalah senjaku..” #

Posted in: Poem

Di Ketinggian Welirang

March 14, 2014

0

Gunung Welirang (dok klosetide)

Akhirnya Gue lulus juga. Lulus kuliah itu adalah satu kebahagiaan tersendiri. Meski mungkin gak sebahagia lulus ujian calon mertua. Ah, kalian gak usah tahu berapa lama Gue malalui masa itu. Karena kalau Gue kasih tahu takutnya kalian malah terinspirasi.

Posted in: Short Story

Sekantung Harapan

March 10, 2014

0

Sisa (dok. citypullagro dot logspot dot com)

BERSAMAAN dengan kumandang azan isya yang mulai mereda Leman kembali menjejakan kaki di ambang rumahnya. Sepetak bedeng berdinding dan beratap seng yang teronggok berbaur dengan gunung-gunung sampah ibu kota itu menjadi tempatnya dan keluarganya menetap. Sebuah hunian sekadarnya yang oleh warga ibu kota dijadikan tempat pembuangan. Semuanya nampak biasa, kecuali sebuah keresek hitam yang ditentengnya serta.

Posted in: Short Story

Banding

February 28, 2014

0

Bestari

SUDAH dari dulu ibu selalu membanding-bandingkanku dengannya dalam segala hal. Meski tak suka, tapi aku terima. Katanya aku harus seperti kakakku yang pandai, sukses, jadi orang, penurut, perhatian sama keluarga, diharapkan banyak orang, bla bla bla. Katanya lagi aku dan kakakku seperti bumi dan langit. Aku tentu saja yang bumi dan kakakku itu langitnya.

Posted in: Short Story

Sepucuk Kesetiaan

February 24, 2014

0

Desa (dok mediamacarita dot blogspot dot com)

KLISE. Orang tua berada mana yang mengizinkan anak lelakinya memadu asmara dengan gadis penari jaipong yang lahir dari rahim seorang ibu yang juga penari jaipong. Bukan soal disparitas derajat pendapatan saja pelarangan itu muncul. Terlebih pada sebuah makna harga diri. Jika ia adalah perempuan baik-baik, maka tak sepantasnya bergeol seronok di depan banyak orang. Jika memang ia beradab, untuk apa menunjukkan lekuk tubuh di depan mata beringas lelaki penuh berahi.

Posted in: Short Story

Mie Rebus Spesial

February 17, 2014

0

Gunung Geulis (dok klosetide)

Liburan dimana-mana. Bagi para mahasiswa sekarang ini lagi libur semesteran. Sekarang emang lagi musim liburan. Itulah salah satu kekayaan bangsa ini. Bangsa-bangsa lain paling banter cuma punya empat musim. Sedangkan Indonesia punya banyak banget musim. Ah, kalian pasti tahulah musim-musim kayak musim hujan, musim kemarau, musim tanam, musim panen, musim duren, musim kesemek, musim haji, dan musim kawin. Indonesia emang negeri gemah ripah loh jinawi.

Posted in: Short Story

Mbah Mo Sais Pedati

February 13, 2014

0

Sais Pedati (dok koleksiiwanfals dot blogspot)

“MBAH Mo pulang!” Pekik Lanang lantang sambil kedua tangan mungilnya berkecipak. Badannya karam terendam setengahnya, dari kaki hingga pusar, dalam air kali. Pekiknya itu sekonyong-konyong disambut ceria oleh ketiga sahabatnya yang lain—Sahroni, Sarkam, dan Taryo, yang juga tengah asyik bersiciprat.

Posted in: Short Story

Kumbang dan Kembangnya

February 8, 2014

0

kumbang & kembang (dok google)

Panggil aja dia Kumbang. Kumbang bukanlah nama sebenarnya. Kumbang itu adalah sejenis lebah atau tawon. Dan Kumbang yang ini adalah seorang laki-laki yang gak mau disebutin identitasnya. Namanya minta disamarkan. Soalnya dia kepingin ceritanya ini dirahasiakan. Tapi, akhirnya Gue tulis juga. Ah, yang penting identitasnya masih aman dan terkendali. Cuma ceritanya aja yang Gue bongkar-bongkar di sini.

Posted in: Short Story

Perempuan Dalam Pasung

February 4, 2014

0

Gubuk (dok klosetide)

PADA sebuah gubuk, yang dindingnya terbuat dari geribik bambu dan atapnya tersusun dari ilalang yang bersijalin, terpasung seorang perempuan gagu tanpa kesadaran. Ia kini hanya mampu diam dalam pasrah. Pun ketika seekor nyamuk blirik yang perutnya telah terisi penuh oleh darah hinggap di pipinya, ia bergeming.

Posted in: Short Story

Sebelum Matahari Tenggelam

February 1, 2014

0

Sebelum Matahari Tenggelam (dok klosetide)

Pada sebuah gerbong kereta, sepasang suami istri tengah meributkan sesuatu yang tak sepenuhnya aku mengerti. Lebih tepatnya mereka tengah cek-cok. Mereka duduk tepat di seberang bangku yang kududuki.

Posted in: Short Story

Tangan-tangan Setan

January 31, 2014

0

Jalan Desa (dok klosetide)

Benar-benar kematian berantai. Kemarin pagi ada lagi yang mati. Belakangan baru aku tahu namanya Pak Kusno. Ia adalah seorang lebai desa, seorang aparat desa yang mengurusi urusan keagamaan. Sebab ia meninggal adalah batu jalan desa. Katanya ada batu seukuran bola tenis yang terbaring iseng di jalan maut itu. Tak sengaja, ia menggilasnya. Lalu dia terpental dari sepeda ontelnya. Jatuh, pelipis kirinya beradu dengan batu. Dan, seketika mati.

Posted in: Short Story

Tuyul-tuyulan

January 28, 2014

0

Tuyul-tuyulan (dok klosetide)

“Om, ayo maen bola lagi, Om.” Begitu ajak Daud, Diki, Arya, dan Jun. Siapakah gerangan Om yang dimaksud? Oh, ternyata Om yang dimaksud itu tak lain dan tak bukan adalah Gue sendiri. Sudah setua itukah Gue sehingga dipanggil dengan sebutan Om? Tentu saja tidak. Sebab panggilan untuk orang yang tua banget adalah Kek atau Mbah.

Posted in: Short Story

Pengecut Bimbang

January 22, 2014

0

Pengecut Bimbang (dok klosetide)

Udara pagi terasa hangat dipapar oleh mentari. Memasuki pelan-pelan pori-pori kulit lalu menyapa hati. Kilau emas mentari memandikan alam sekitar. Menjadikannya hidup dan berseri asri. Semilir bayu menggoyang permukaan air danau dan membuat riaknya menari-nari lembut. Membuat dedaunan turut ikut bergoyang kalem. Gemerisik daun bambu yang bergesekan yang tak beraturan menjadi backsound. Sayup-sayup terdengar indah meskipun tanpa ritme nada. Berpadu harmonis dengan makhluk alam lainnya membentuk simfoni pagi.

Hiduplah Indonesia Raya

January 20, 2014

0

Mahameru 2008 (dok klosetide)

MERDEKA! Pekik kemerdekaan Gue itu sontak membuat seorang kakek tua itu terbangun dari tidur pulasnya. Dia pun tergelagap. Belingsatan. Panik.

Posted in: Expedition

Balada Seorang Serdadu

January 16, 2014

0

Balada Seorang Serdadu (dok arsip nasional)

Aku masih ingat lebaran yang lalu. Idul Fitri yang kita rayakan bersama. Kamu memasak ketupat opor kesukaanku. Dan aku pun melahapnya hingga tak tersisa secuil pun. Kita arungi satu malam dimusim penghujan itu dengan kemesraan. Kamu membelaiku dengan sejuta kasih sayang. Aku pun berlaku demikian kepadamu.

Posted in: Short Story

Orang Bandung Juga Boleh

January 6, 2014

0

gn. slamet (dok klosetide)

Dimanakah kamu akan menghabiskan akhir tahunmu? Pertanyaan itu juga yang sukar Gue jawab. Hingga pada akhirnya hati berketetapan untuk memilih mengisi libur akhir tahun di ketinggian juga. Liburan di pantai terlalu mudah sebab gak butuh tenda dan peluh sama sekali. Dan yang lebih utama lagi, di pantai itu adanya laut, air, ombak, karang, dan pasir. […]

Posted in: Expedition

2013 in review

January 2, 2014

0

2012-emailteaser (dok wordpress)

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 20,000 times in 2013. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 7 sold-out performances for that many people to see it.

Posted in: Article

Cong, Kun, Jo, dan Yul

December 19, 2013

0

Sumbing II (dok klosetide)

Sumbing untuk kedua kali. Rencana pendakian kali ini adalah Sumbing. Setelah hampir setahun lalu kembali Sumbing didaki. Ada beda di pendakian kali ini. Kali ini Gue gak sendiri. Gue mendaki bareng temen-temen. Dan yang spesial adalah mendaki bareng seseorang. Seseorang itu adalah Om Gue.

Posted in: Expedition

Tentang Mimpi dan Mendaki

December 9, 2013

0

Gunung Semeru (dok klosetide)

Mengejar mimpi itu ibarat mendaki gunung, menapaki jalan menanjak, kadang berliku, kadang lurus. Peluh bercucuran. Kaki pegal-pegal. Punggung berasa kayak dibandulin sekarung beras. Capek, tapi asyik. Semua beban itu luruh seketika kaki menginjak dataran paling tinggi, puncak.

Posted in: Expedition

Mahasiswa Udik Pergi Piknik

November 18, 2013

0

Mahasiswa Udik (dok. klosetide)

Kami seangkatan melancong ke ibu kota dan menginap di salah satu hotel berbintang 7—kayak merek obat sakit kepala sehingga saking berbintangnya bikin kami semua pusing kepala, di bilangan Mangga Dua, Jakarta. Tuh hotel alias penginapannya sebenarnya biasa saja, malahan terkesan mewah buat kami. Terutama buat mahasiswa elit (red: ekonomi sulit) plus udik macam kami-kami ini.

Posted in: Kloset

Nasionalisme Kanak-kanak

November 1, 2013

0

Nasionalisme Kanak-kanak (dok. Antarafoto)

Arya, seorang anak berusia 4 tahun lantang menyanyikan lagu milik band Noah. Ibunya hapal betul jika anaknya itu hapal diluar kepala lagu tersebut. Entah siapa yang mengajarkan, tapi yang jelas sang anak mampu menghapal lirik lagu dewasa jauh diatas usianya sekarang yang belum genap 4 tahun. Katanya, di rumah ada tumpukan kaset yang selalu Arya minta untuk diputarkan. Nahasnya semua kaset tersebut adalah lagu-lagu dewasa, bukan lagu anak-anak.

Posted in: Learning Original

Pulang

October 22, 2013

2

Sepanjang rindu yang membelah jalan bandung sumedang setiap minggu ada angin semurung risau yang merendam letih pada bimbang jalan sunyi berliku menempuh harapan pada bening matamu wahai adinda.

Posted in: Poem

Kloset Premium

October 13, 2013

0

Bali (dok. layoverguide.com)

Bali. Siapa yang gak tahu pulau dewata itu. menjejakan kaki di pulau itu adalah impian tiap orang. Termasuk gue. Lo boleh bangga pernah pergi ke Eropa. Lo juga bisa gaya dan bilang ke semua orang pernah ke Amerika. Tapi, kayaknya belum afdal kalo lo belum mengunjungi pulau yang satu ini. Di dalam negeri, sebelum Lombok terkenal dengan Senggiginya, Bali lebih dulu kesohor dengan Kutanya. Jadi, seenggaknya gue bisa bangga udah pernah berkunjung ke Pulau Dewata.

Posted in: Kloset

Penerapan 4 Pilar yang Keliru

September 29, 2013

0

4 pilar Kebangsaan (dok. bebas)

Atas dasar pemikiran Ketua MPR RI lah, Taufiq Kiemas, 4 Pilar Kebangsaan menjadi populer. Kini generasi penerus bangsa diingatkan kembali akan 4 hal yang menjadi pilar dalam berbangsa dan bernegara. 4 Pilar Kebangsaan tersebut adalah, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Kita tentu, sebagai generasi muda bangsa, patut mengapresiasi langkah sang tokoh bangsa tersebut.

Posted in: Learning Original

Adi, Ayo Main Kasti Lagi!

September 25, 2013

0

kasti (dok. bebas)

Kasti adalah permainan olahraga beregu dengan satu tenis dan satu alat pemukul. Dan, sore itu selepas sekolah dan mengaji Adi, Hanif, Arman, Ayu, Bayu, Putri, dan sekelompok lainnya asyik bermain bola pukul. Melihat keriuhan dan keceriaan anak-anak itu bermain sedikit melayangkan ingatan akan masa kecil saya dulu. Ada rasa bangga dan syukur sebab di era milenium seperti sekarang ini permainan lintas generasi tersebut masih bertahan. Setidaknya di kampung halaman saya di pelosok pesisir utara Jawa.

Posted in: Learning Original

Komitmen itu Pahit

September 7, 2013

0

komitmen (dok. bebas)

Saya telah berkomitmen untuk selalu menjauhi zona nyaman (comfort zone), dalam hal apapun. Mulai dari hal-hal sepele sampai ke hal-hal yang menyangkut hidup dan masa depan. Misalnya saja soal hal remeh seperti mencuci pakaian. Saya mungkin tergolong seorang yang fanatik terhadap pakaian sendiri sehingga tidak memercayakan orang lain (laundry) untuk mencucikan pakaian saya. Setidaknya itu adalah komitmen saya semenjak berusia 18 tahun saat saya masuk bangku kuliah. Sebelum berumur 18 tahun, dan karena masih hidup dengan ortu, hanya ibu lah yang saya percayai untuk mencuci pakaian saya—bahasa yang paling bagus untuk tidak mau dibilang malas mencuci.

Posted in: Learning Original

Dai Audisi

September 4, 2013

0

dai audisi (dok. bebas)

Zaman beranjak semakin canggih dan maju saja. Teknologi turut dibawa serta. Hanya gara-gara kotak kubus ilusi berdimensi 17 inchi semua hal berjungkir balik. Semua serba digital. Apapun serba instan. Dan, semuanya pun serba audisi. Semenjak tren audisi menjadi marak di negeri ini semuanya serba diseleksi. Maksudnya untuk mengetahui apakah orang tersebut punya bakat atau tidak dan layak tampil atau tidak di televisi. Lantas ajang audisi pun ramai dikunjungi masyarakat kita. Banyak orang yang antri untuk menguji dirinya apakah ia berbakat atau tidak.

Posted in: Article, Contemplation

Kerudung Untuk Ibu [The End]

August 18, 2013

0

Kerudung untuk ibu (dok. klosetide)

Seketika sang tukang becak menghentikan kayuhannya. Rahmad dan sang istri segera turun dari tunggangannya. Dia meraih tangan sang istri untuk digandengnya. Pelan-pelan dia susuri jalanan gang sempit. Genangan air mengisi cekungan-cekungan jalanan tanah coklat. Jalanan yang sewindu silam masih terlihat orisinal hingga kini. Tak ada perbaikan apalagi pengaspalan. Semua masih sama.

Posted in: Short Story

Kerudung Untuk Ibu [Part. 5]

August 2, 2013

0

Kerudung untuk ibu (dok. klosetide)

Pasar tradisional telah penuh sesak oleh penghuni ibukota. Mall-mall dan pusat perbelanjaan pakaian ramai disesaki pembeli. Baju, celana, pernak-pernik, parcel, sarung, sajadah, dan jajanan kue kering jadi incaran utamanya. Para ayah sibuk memilih baju buat mendandani sang istri. Para istri bingung menoleh kesana kemari memilihkan pakaian baru untuk buah hatinya. Uang menjadi tak berarti. Berjuta keluar dari kocek hanya dalam hitungan detik. Menandakan kian konsumtifnya orang ibukota.

Posted in: Short Story

Kerudung Untuk Ibu [Part. 4]

August 1, 2013

0

Kerudung untuk ibu (dok. klosetide)

Mentari perlahan keluar dari peraduannya. Tanda buana membuka hari. Cericit burung gereja ramaikan pagi ibukota. Meski tak seramai di desa. Namun, melihat kepak sayapnya sudah membuat pagi jadi semarak. Kepul asap putih keluar dari sela-sela genteng rumah-rumah. Membumbung sebagai pertanda hidupnya dapur. Seperti tak mau kalah oleh kepulan asap pekat buangan pipa panjang roda dua.

Posted in: Short Story

Kerudung Untuk Ibu [Part. 3]

July 26, 2013

0

Kerudung untuk ibu (dok. klosetide)

Siapa lagi yang akan mengambilkan air untuknya mandi dan berwudu. Siapa lagi yang bakal mengambil rumput untuk makan dua ekor kambingnya kini. Lalu, siapa lagi yang sudi membenarkan genteng yang retak. Siapa yang mau menambal atap yang bocor atau meneguhkan geribik gubuk yang doyong ini kini.

Posted in: Short Story

Kerudung Untuk Ibu [Part. 2]

July 24, 2013

0

Kerudung untuk ibu (dok. klosetide)

Didalam hening dini hari dia bersimpuh. Memohon agar keluarga kecil sederhananya tetap dalam lindungan Sang Pemberi Hidup. Semoga keprihatinan hidupnya tak lantas menjauhkannya dari Sang Khalik. Justru senantiasa membuatnya bersyukur atas limpahan karunia-Nya. Satu hal yang tak luput, dia juga memohon agar cepat dihadirkan buah hati.

Posted in: Short Story
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.