Pijar Bintang Timur

Posted on April 20, 2017

0



image

Tahukah kau, Kekasih
Meski tak jua keempat mata kita diizinkan saling tatap
Aku tiba-tiba merasa memiliki kembali terangnya lampu-lampu jalanan yang kemarin sempat meredup di sepanjang jalan pulang, di subuh yang menjelang
Ada semacam katarsis,
sesederhana orkestrasi tahu bulat yang belakangan riuh lagi… hangat-hangat, digoreng dadakan, limaratusan

Sudahkah kau tahu, Kekasih
Jika aku seperti mewarisi DNA Batman dan Joker sekaligus
Untuk bertempur dengan segerombolan nyamuk-nyamuk jantan yang agresif mencoba menyerudukmu,
atau sekadar mencuri perhatian lewat suaranya yang tak merdu sama sekali, mendesing berisik di atas teritori telingamu
Dan pada sisi peran yang lain,
gurat senja gurau menjadi sebuah tradisi yang asyik untuk menjemput petang kita masing-masing
Semoga kau paham bahwa kehidupan ini tak lebih dari sekadar permainan Petak Umpet,
dimana selepas hompimpa sang pemain lebih memilih pulang ke rumahnya dan bersembunyi di dalam lelap mimpi kecilnya
sementara sang kucing celingukan panik merampungkan tugasnya
Sebercanda itu

Tapi ingatlah akan ini, Kekasih
Seberapapun jauhnya jarak rindu, tatkala kau membuka jendela kamarmu, lalu kau arahkan matamu ke atas pekat malam
Yakinlah bahwa kita tengah menatap pijar bintang yang sama

Advertisements
Posted in: Poem