Nanti Deh

Posted on July 26, 2016

0



image

Danau Ranu Kumbolo Mahameru

Interpersonal: Sepasang cangkir kopi, berhidang sepasang mata yang indah dipandang.

Kau: Aku jenuh.
Aku: Aku tahu.
Kau: Kemana yuk?
Aku: Camping.
Kau: Dimana?
Aku: Di sisi danau di Gunung Semeru sana.
Kau: Tapi aku gak kuat naik gunung.
Aku: Tenang saja. Kan, ada helikopter.
Kau: Hehe..
Aku: Sepertinya aku harus mengajakmu ke sana.
Kau: Kenapa gitu?
Aku: Sebab di sana ada danau yang indah. Namanya Danau Ranu Kumbolo. Hening. Biar hatimu tenang. Setenang riak danau itu.
Kau: Kapan.. Kapan?
Aku: Nanti deh, setelah aku berhasil memisahkanmu darinya.
Kau: Ih. Haha..
Aku: Doakan saja.
Kau: Hahaha..
Aku: Kau siap-siap ya.
Kau: Untuk apa?
Aku: Untuk bahagia denganku.
Kau: Menyebalkan!
Aku: Hahaha..

Intermeso: Seteguk kopi, berhidang sepasang mata yang sejuk dipandang.

Aku: Aku tahu apa kegiatanmu kini.
Kau: Kayaknya kau tau banget soal aku.
Aku: Sebab aku punya mata-mata yang selalu ikut bersamamu. Mengawasimu.
Kau: Siapa?
Aku: Rinduku.
Kau: Heh! Rindu gak sebercanda itu.
Aku: Kalau kau mau serius, ayo.
Kau: Hehe..
Aku: Kau ini pelari, bukan?
Kau: Sok tahu. Bukan!
Aku: Aku punya bukti.
Kau: Apa?
Aku: Buktinya, kau menjadikan dia, pacarmu itu, sebagai garis start.
Kau: Maksudmu?
Aku: Kau pelari yang sedang menuju garis finish.
Kau: Lalu, siapa garis finish-nya?
Aku: Aku!

Interferensi: Seteguk kopi terakhir, kini berhidang sepasang mata yang sendu dipandang.

Kau: Lalu.. Bagaimana dengan dia?
Aku: Itu urusanmu.

image

Danau Ranu Kumbolo Mahameru 2