Browsing All Posts filed under »Staccato«

Nanti Deh

July 26, 2016

0

Nanti deh kuajak kau camping di tempat ini. Biar hatimu tenang, setenang riak danau Ranu Kumbolo

Terbata Kata, Cinta

February 10, 2013

0

Yang mampu kuingat hanya kangen dan kangen. Ini soal rasa. Bisa mencoba biar merasa. Biar asa padamkan bara. Entah datang dari mana. Entah sebab apa. Entah dalam bentuk bagaimana. Serba misterius. Datang tiba-tiba rasa rindu itu. Pernah sesekali padam. Tak lama percik bara picu nyala rindu. Ini jelas-jelas tak pernah hilang. Tetap ada. Bersemayam dalam-dalam. Menempel lekat-lekat. Dan, jika dirasa-rasa malah seperti merana. Rasa-rasanya seperti ingin berselimut disaat disengat mentari. Aneh khan? Ya. Aku pikir juga demikian.

Eksploitasi i (Pecundang Sejati)

April 1, 2011

0

Menjadi yang beda adalah baik. Menjadi berbeda adalah menjadi diri sendiri. Menjadi beda berarti siap teralienasi. Menjadi mayoritas adalah menjadi pecundang sejati. Telah banyak orang latah kini. Para beo yang hanya bisa ikut-ikutan itulah komposisi bumi. Mereka tak punya percaya diri. Yang mereka tahu adalah gaya trendi. Muda mudi yang hanya memeriahkan bumi. Mereka hanya […]

Eksploitasi i (Part. 3)

January 2, 2011

0

Bangun pagi. Kamar mandi. Tidak mandi. Serangan fajar pagi-pagi. Tak sempat ngopi. Merokok satu biji. Langsung pergi. Kuliah pagi. Bangun siang. Kamar mandi. Hanya gosok gigi. Tak sempat mandi. Apalagi ngopi. Ngerokok pasti. Segera pergi. Ah, sial ketinggalan materi. Plus cewek seksi. Bangun sore. Kamar mandi. Tidak mandi. Tak gosok gigi. Tak sempat ngopi. Merokok […]

Eksploitasi i (Part. 2)

December 19, 2010

0

Ada imaji. Harapan pasti. Tak ada imaji. Asa jadi tak pasti. Ada tapi tak berimaji. Sama saja mati. Tak pernah ada imaji. Ah, benamkan saja diri. Hidup dijalani. Dipenuhi dengan agitasi. Jika terus dituruti. Tak sesuai jati diri. Jika coba dipungkiri. Tak diakui. Sekali berarti. Sudah itu mati*. Setelah mati. Akankah ada lagi arti? *”Diponegoro” […]

Eksploitasi i (Part. 1)

December 18, 2010

0

Apa yang dicari. Jika semuanya sudah di dalam diri. Apa yang ingin dimiliki. Jika segalanya telah dipunyai. Apa yang sedang dinanti. Jika sesungguhnya itu tak berarti. Apa yang ditakuti. Jika mampu untuk sendiri. Apakah masih ada ambisi. Jika sadari semuanya ilusi. Esok masih ada mentari. Walau tak ada pasti. Siang berikan janji. Walau terik matahari. […]