WARNING!

Jangan terlampau serius baca blog ini, sebab sesuai namanya—KLOSET—ini sekadar tempat pembuangan saja. Tak lebih.

Untuk yang copy paste, terimakasih. Anda telah mendukung program pemerintah ‘Indonesia Kreatif’.

Jam Istirahat Makan Siang (dok Ghora W) April 16, 2014

Cinta Tok (Bukan) Bahan Bakar Rumah Tangga

April 6, 2014

0

Cinta Tok (dok ismailiroprojoblogspotdotcom)

Sepanjang jalan menuju rumah Wita suasana hati Pijar mendadak tak menentu. Kadang senang. Kadang gelisah. Kadang juga khawatir hadir. Degup jantung mengikuti irama kayuhan becak yang dinaikinya. Kadang melamban pelan. Kadang merambat cepat.

Posted in: Short Story

Ketahuilah

April 3, 2014

0

Blood (dok layoutsparksdotcom)

Ketahuilah olehnya..

Posted in: Poem

Rampai Syair

March 31, 2014

0

Mentari-Senja (dok klosetide)

“..pernah, untuk sesaat aku berpikir engkau adalah senjaku..” #

Posted in: Poem

Di Ketinggian Welirang

March 14, 2014

0

Gunung Welirang (dok klosetide)

Akhirnya Gue lulus juga. Lulus kuliah itu adalah satu kebahagiaan tersendiri. Meski mungkin gak sebahagia lulus ujian calon mertua. Ah, kalian gak usah tahu berapa lama Gue malalui masa itu. Karena kalau Gue kasih tahu takutnya kalian malah terinspirasi.

Posted in: Short Story

Sekantung Harapan

March 10, 2014

0

Sisa (dok. citypullagro dot logspot dot com)

BERSAMAAN dengan kumandang azan isya yang mulai mereda Leman kembali menjejakan kaki di ambang rumahnya. Sepetak bedeng berdinding dan beratap seng yang teronggok berbaur dengan gunung-gunung sampah ibu kota itu menjadi tempatnya dan keluarganya menetap. Sebuah hunian sekadarnya yang oleh warga ibu kota dijadikan tempat pembuangan. Semuanya nampak biasa, kecuali sebuah keresek hitam yang ditentengnya serta.

Posted in: Short Story

Banding

February 28, 2014

0

Bestari

SUDAH dari dulu ibu selalu membanding-bandingkanku dengannya dalam segala hal. Meski tak suka, tapi aku terima. Katanya aku harus seperti kakakku yang pandai, sukses, jadi orang, penurut, perhatian sama keluarga, diharapkan banyak orang, bla bla bla. Katanya lagi aku dan kakakku seperti bumi dan langit. Aku tentu saja yang bumi dan kakakku itu langitnya.

Posted in: Short Story

Sepucuk Kesetiaan

February 24, 2014

0

Desa (dok mediamacarita dot blogspot dot com)

KLISE. Orang tua berada mana yang mengizinkan anak lelakinya memadu asmara dengan gadis penari jaipong yang lahir dari rahim seorang ibu yang juga penari jaipong. Bukan soal disparitas derajat pendapatan saja pelarangan itu muncul. Terlebih pada sebuah makna harga diri. Jika ia adalah perempuan baik-baik, maka tak sepantasnya bergeol seronok di depan banyak orang. Jika memang ia beradab, untuk apa menunjukkan lekuk tubuh di depan mata beringas lelaki penuh berahi.

Posted in: Short Story

Mie Rebus Spesial

February 17, 2014

0

Gunung Geulis (dok klosetide)

Liburan dimana-mana. Bagi para mahasiswa sekarang ini lagi libur semesteran. Sekarang emang lagi musim liburan. Itulah salah satu kekayaan bangsa ini. Bangsa-bangsa lain paling banter cuma punya empat musim. Sedangkan Indonesia punya banyak banget musim. Ah, kalian pasti tahulah musim-musim kayak musim hujan, musim kemarau, musim tanam, musim panen, musim duren, musim kesemek, musim haji, dan musim kawin. Indonesia emang negeri gemah ripah loh jinawi.

Posted in: Short Story

Mbah Mo Sais Pedati

February 13, 2014

0

Sais Pedati (dok koleksiiwanfals dot blogspot)

“MBAH Mo pulang!” Pekik Lanang lantang sambil kedua tangan mungilnya berkecipak. Badannya karam terendam setengahnya, dari kaki hingga pusar, dalam air kali. Pekiknya itu sekonyong-konyong disambut ceria oleh ketiga sahabatnya yang lain—Sahroni, Sarkam, dan Taryo, yang juga tengah asyik bersiciprat.

Posted in: Short Story

Kumbang dan Kembangnya

February 8, 2014

0

kumbang & kembang (dok google)

Panggil aja dia Kumbang. Kumbang bukanlah nama sebenarnya. Kumbang itu adalah sejenis lebah atau tawon. Dan Kumbang yang ini adalah seorang laki-laki yang gak mau disebutin identitasnya. Namanya minta disamarkan. Soalnya dia kepingin ceritanya ini dirahasiakan. Tapi, akhirnya Gue tulis juga. Ah, yang penting identitasnya masih aman dan terkendali. Cuma ceritanya aja yang Gue bongkar-bongkar di sini.

Posted in: Short Story

Perempuan Dalam Pasung

February 4, 2014

0

Gubuk (dok klosetide)

PADA sebuah gubuk, yang dindingnya terbuat dari geribik bambu dan atapnya tersusun dari ilalang yang bersijalin, terpasung seorang perempuan gagu tanpa kesadaran. Ia kini hanya mampu diam dalam pasrah. Pun ketika seekor nyamuk blirik yang perutnya telah terisi penuh oleh darah hinggap di pipinya, ia bergeming.

Posted in: Short Story

Sebelum Matahari Tenggelam

February 1, 2014

0

Sebelum Matahari Tenggelam (dok klosetide)

Pada sebuah gerbong kereta, sepasang suami istri tengah meributkan sesuatu yang tak sepenuhnya aku mengerti. Lebih tepatnya mereka tengah cek-cok. Mereka duduk tepat di seberang bangku yang kududuki.

Posted in: Short Story

Tangan-tangan Setan

January 31, 2014

0

Jalan Desa (dok klosetide)

Benar-benar kematian berantai. Kemarin pagi ada lagi yang mati. Belakangan baru aku tahu namanya Pak Kusno. Ia adalah seorang lebai desa, seorang aparat desa yang mengurusi urusan keagamaan. Sebab ia meninggal adalah batu jalan desa. Katanya ada batu seukuran bola tenis yang terbaring iseng di jalan maut itu. Tak sengaja, ia menggilasnya. Lalu dia terpental dari sepeda ontelnya. Jatuh, pelipis kirinya beradu dengan batu. Dan, seketika mati.

Posted in: Short Story

Tuyul-tuyulan

January 28, 2014

0

Tuyul-tuyulan (dok klosetide)

“Om, ayo maen bola lagi, Om.” Begitu ajak Daud, Diki, Arya, dan Jun. Siapakah gerangan Om yang dimaksud? Oh, ternyata Om yang dimaksud itu tak lain dan tak bukan adalah Gue sendiri. Sudah setua itukah Gue sehingga dipanggil dengan sebutan Om? Tentu saja tidak. Sebab panggilan untuk orang yang tua banget adalah Kek atau Mbah.

Posted in: Short Story

Pengecut Bimbang

January 22, 2014

0

Pengecut Bimbang (dok klosetide)

Udara pagi terasa hangat dipapar oleh mentari. Memasuki pelan-pelan pori-pori kulit lalu menyapa hati. Kilau emas mentari memandikan alam sekitar. Menjadikannya hidup dan berseri asri. Semilir bayu menggoyang permukaan air danau dan membuat riaknya menari-nari lembut. Membuat dedaunan turut ikut bergoyang kalem. Gemerisik daun bambu yang bergesekan yang tak beraturan menjadi backsound. Sayup-sayup terdengar indah meskipun tanpa ritme nada. Berpadu harmonis dengan makhluk alam lainnya membentuk simfoni pagi.

Hiduplah Indonesia Raya

January 20, 2014

0

Mahameru 2008 (dok klosetide)

MERDEKA! Pekik kemerdekaan Gue itu sontak membuat seorang kakek tua itu terbangun dari tidur pulasnya. Dia pun tergelagap. Belingsatan. Panik.

Posted in: Expedition

Balada Seorang Serdadu

January 16, 2014

0

Balada Seorang Serdadu (dok arsip nasional)

Aku masih ingat lebaran yang lalu. Idul Fitri yang kita rayakan bersama. Kamu memasak ketupat opor kesukaanku. Dan aku pun melahapnya hingga tak tersisa secuil pun. Kita arungi satu malam dimusim penghujan itu dengan kemesraan. Kamu membelaiku dengan sejuta kasih sayang. Aku pun berlaku demikian kepadamu.

Posted in: Short Story

Orang Bandung Juga Boleh

January 6, 2014

0

gn. slamet (dok klosetide)

Dimanakah kamu akan menghabiskan akhir tahunmu? Pertanyaan itu juga yang sukar Gue jawab. Hingga pada akhirnya hati berketetapan untuk memilih mengisi libur akhir tahun di ketinggian juga. Liburan di pantai terlalu mudah sebab gak butuh tenda dan peluh sama sekali. Dan yang lebih utama lagi, di pantai itu adanya laut, air, ombak, karang, dan pasir. […]

Posted in: Expedition

2013 in review

January 2, 2014

0

2012-emailteaser (dok wordpress)

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 20,000 times in 2013. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 7 sold-out performances for that many people to see it.

Posted in: Article

Cong, Kun, Jo, dan Yul

December 19, 2013

0

Sumbing II (dok klosetide)

Sumbing untuk kedua kali. Rencana pendakian kali ini adalah Sumbing. Setelah hampir setahun lalu kembali Sumbing didaki. Ada beda di pendakian kali ini. Kali ini Gue gak sendiri. Gue mendaki bareng temen-temen. Dan yang spesial adalah mendaki bareng seseorang. Seseorang itu adalah Om Gue.

Posted in: Expedition

Tentang Mimpi dan Mendaki

December 9, 2013

0

Gunung Semeru (dok klosetide)

Mengejar mimpi itu ibarat mendaki gunung, menapaki jalan menanjak, kadang berliku, kadang lurus. Peluh bercucuran. Kaki pegal-pegal. Punggung berasa kayak dibandulin sekarung beras. Capek, tapi asyik. Semua beban itu luruh seketika kaki menginjak dataran paling tinggi, puncak.

Posted in: Expedition

Mahasiswa Udik Pergi Piknik

November 18, 2013

0

Mahasiswa Udik (dok. klosetide)

Kami seangkatan melancong ke ibu kota dan menginap di salah satu hotel berbintang 7—kayak merek obat sakit kepala sehingga saking berbintangnya bikin kami semua pusing kepala, di bilangan Mangga Dua, Jakarta. Tuh hotel alias penginapannya sebenarnya biasa saja, malahan terkesan mewah buat kami. Terutama buat mahasiswa elit (red: ekonomi sulit) plus udik macam kami-kami ini.

Posted in: Kloset

Nasionalisme Kanak-kanak

November 1, 2013

0

Nasionalisme Kanak-kanak (dok. Antarafoto)

Arya, seorang anak berusia 4 tahun lantang menyanyikan lagu milik band Noah. Ibunya hapal betul jika anaknya itu hapal diluar kepala lagu tersebut. Entah siapa yang mengajarkan, tapi yang jelas sang anak mampu menghapal lirik lagu dewasa jauh diatas usianya sekarang yang belum genap 4 tahun. Katanya, di rumah ada tumpukan kaset yang selalu Arya minta untuk diputarkan. Nahasnya semua kaset tersebut adalah lagu-lagu dewasa, bukan lagu anak-anak.

Posted in: Learning Original

Pulang

October 22, 2013

2

Sepanjang rindu yang membelah jalan bandung sumedang setiap minggu ada angin semurung risau yang merendam letih pada bimbang jalan sunyi berliku menempuh harapan pada bening matamu wahai adinda.

Posted in: Poem

Kloset Premium

October 13, 2013

0

Bali (dok. layoverguide.com)

Bali. Siapa yang gak tahu pulau dewata itu. menjejakan kaki di pulau itu adalah impian tiap orang. Termasuk gue. Lo boleh bangga pernah pergi ke Eropa. Lo juga bisa gaya dan bilang ke semua orang pernah ke Amerika. Tapi, kayaknya belum afdal kalo lo belum mengunjungi pulau yang satu ini. Di dalam negeri, sebelum Lombok terkenal dengan Senggiginya, Bali lebih dulu kesohor dengan Kutanya. Jadi, seenggaknya gue bisa bangga udah pernah berkunjung ke Pulau Dewata.

Posted in: Kloset

Penerapan 4 Pilar yang Keliru

September 29, 2013

0

4 pilar Kebangsaan (dok. bebas)

Atas dasar pemikiran Ketua MPR RI lah, Taufiq Kiemas, 4 Pilar Kebangsaan menjadi populer. Kini generasi penerus bangsa diingatkan kembali akan 4 hal yang menjadi pilar dalam berbangsa dan bernegara. 4 Pilar Kebangsaan tersebut adalah, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Kita tentu, sebagai generasi muda bangsa, patut mengapresiasi langkah sang tokoh bangsa tersebut.

Posted in: Learning Original

Adi, Ayo Main Kasti Lagi!

September 25, 2013

0

kasti (dok. bebas)

Kasti adalah permainan olahraga beregu dengan satu tenis dan satu alat pemukul. Dan, sore itu selepas sekolah dan mengaji Adi, Hanif, Arman, Ayu, Bayu, Putri, dan sekelompok lainnya asyik bermain bola pukul. Melihat keriuhan dan keceriaan anak-anak itu bermain sedikit melayangkan ingatan akan masa kecil saya dulu. Ada rasa bangga dan syukur sebab di era milenium seperti sekarang ini permainan lintas generasi tersebut masih bertahan. Setidaknya di kampung halaman saya di pelosok pesisir utara Jawa.

Posted in: Learning Original

Komitmen itu Pahit

September 7, 2013

0

komitmen (dok. bebas)

Saya telah berkomitmen untuk selalu menjauhi zona nyaman (comfort zone), dalam hal apapun. Mulai dari hal-hal sepele sampai ke hal-hal yang menyangkut hidup dan masa depan. Misalnya saja soal hal remeh seperti mencuci pakaian. Saya mungkin tergolong seorang yang fanatik terhadap pakaian sendiri sehingga tidak memercayakan orang lain (laundry) untuk mencucikan pakaian saya. Setidaknya itu adalah komitmen saya semenjak berusia 18 tahun saat saya masuk bangku kuliah. Sebelum berumur 18 tahun, dan karena masih hidup dengan ortu, hanya ibu lah yang saya percayai untuk mencuci pakaian saya—bahasa yang paling bagus untuk tidak mau dibilang malas mencuci.

Posted in: Learning Original

Dai Audisi

September 4, 2013

0

dai audisi (dok. bebas)

Zaman beranjak semakin canggih dan maju saja. Teknologi turut dibawa serta. Hanya gara-gara kotak kubus ilusi berdimensi 17 inchi semua hal berjungkir balik. Semua serba digital. Apapun serba instan. Dan, semuanya pun serba audisi. Semenjak tren audisi menjadi marak di negeri ini semuanya serba diseleksi. Maksudnya untuk mengetahui apakah orang tersebut punya bakat atau tidak dan layak tampil atau tidak di televisi. Lantas ajang audisi pun ramai dikunjungi masyarakat kita. Banyak orang yang antri untuk menguji dirinya apakah ia berbakat atau tidak.

Posted in: Article, Contemplation

Kerudung Untuk Ibu [The End]

August 18, 2013

0

Kerudung untuk ibu (dok. klosetide)

Seketika sang tukang becak menghentikan kayuhannya. Rahmad dan sang istri segera turun dari tunggangannya. Dia meraih tangan sang istri untuk digandengnya. Pelan-pelan dia susuri jalanan gang sempit. Genangan air mengisi cekungan-cekungan jalanan tanah coklat. Jalanan yang sewindu silam masih terlihat orisinal hingga kini. Tak ada perbaikan apalagi pengaspalan. Semua masih sama.

Posted in: Short Story

Kerudung Untuk Ibu [Part. 5]

August 2, 2013

0

Kerudung untuk ibu (dok. klosetide)

Pasar tradisional telah penuh sesak oleh penghuni ibukota. Mall-mall dan pusat perbelanjaan pakaian ramai disesaki pembeli. Baju, celana, pernak-pernik, parcel, sarung, sajadah, dan jajanan kue kering jadi incaran utamanya. Para ayah sibuk memilih baju buat mendandani sang istri. Para istri bingung menoleh kesana kemari memilihkan pakaian baru untuk buah hatinya. Uang menjadi tak berarti. Berjuta keluar dari kocek hanya dalam hitungan detik. Menandakan kian konsumtifnya orang ibukota.

Posted in: Short Story

Kerudung Untuk Ibu [Part. 4]

August 1, 2013

0

Kerudung untuk ibu (dok. klosetide)

Mentari perlahan keluar dari peraduannya. Tanda buana membuka hari. Cericit burung gereja ramaikan pagi ibukota. Meski tak seramai di desa. Namun, melihat kepak sayapnya sudah membuat pagi jadi semarak. Kepul asap putih keluar dari sela-sela genteng rumah-rumah. Membumbung sebagai pertanda hidupnya dapur. Seperti tak mau kalah oleh kepulan asap pekat buangan pipa panjang roda dua.

Posted in: Short Story

Kerudung Untuk Ibu [Part. 3]

July 26, 2013

0

Kerudung untuk ibu (dok. klosetide)

Siapa lagi yang akan mengambilkan air untuknya mandi dan berwudu. Siapa lagi yang bakal mengambil rumput untuk makan dua ekor kambingnya kini. Lalu, siapa lagi yang sudi membenarkan genteng yang retak. Siapa yang mau menambal atap yang bocor atau meneguhkan geribik gubuk yang doyong ini kini.

Posted in: Short Story

Kerudung Untuk Ibu [Part. 2]

July 24, 2013

0

Kerudung untuk ibu (dok. klosetide)

Didalam hening dini hari dia bersimpuh. Memohon agar keluarga kecil sederhananya tetap dalam lindungan Sang Pemberi Hidup. Semoga keprihatinan hidupnya tak lantas menjauhkannya dari Sang Khalik. Justru senantiasa membuatnya bersyukur atas limpahan karunia-Nya. Satu hal yang tak luput, dia juga memohon agar cepat dihadirkan buah hati.

Posted in: Short Story

Kerudung Untuk Ibu

July 19, 2013

1

Kerudung untuk ibu (dok. klosetide)

Suara itu kian kencang. Menghantamnya. Hampir-hampir memekakkan gendang telinga. Semakin menderu bak suara satu skuadron pesawat jet yang tengah berparade. Menderu makin nyata. Perlahan tapi pasti suara itu mulai mendekat. Gendang telinganya seakan dirobek kencangnya deru itu. Sontak dia berteriak dan bangkit dari lelapnya. Terjaga.

Posted in: Short Story

Pemekaran Kabupaten Garut Selatan: Antara Kemandirian Semu dan Bagi-bagi Kekuasaan

July 11, 2013

0

Peta Garut Selatan (dok. garutselatanonline.com)

Pemekaran wilayah tetap menjadi isu strategis dalam negara yang bernama Indonesia ini. Semenjak lahirnya UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagai substitusi dari UU No 22 Tahun 1999, beberapa wilayah berduyun-duyun memekarkan dirinya. Hanya dengan modal punya tanah, lengkap syarat administrasinya, dan disetujui oleh gubernur serta mendapat rekomendasi dari Mendagri suatu wilayah dapat menjadi otonomi. Ada dua asumsi awal dalam hal ini, yakni pertama soal kemandirian, bahwa daerah yang dengan pede memekarkan dirinya adalah daerah yang sudah sejahtera alias mandiri. Dan, yang kedua adalah bahwa ada peluang kekuasaan disitu. Soal mana yang benar? Entahlah. Kedua asumsi tersebut bisa jadi benar atau bahkan bisa juga keliru.

Posted in: Article, Bureaucrazy

Mr. Simple

July 4, 2013

0

Leadership Domain (dok. lawlex.org)

Tindakannya dalam mencoba merapihkan Waduk Pluit itu menuai kontroversi. Terutama bagi warga sekitarnya, yang tak ingin direlokasi ke tempat yang sejatinya lebih beradab. Mereka mengaku gusar tahu tempat hidupnya bakal digusur. Padahal Sang Gubernur punya niatan baik dalam memperbaiki kehidupan warga sekitar waduk tersebut dengan merelokasinya. Dan, apa boleh buat, tindakannya itu pun terbawa angin dan sampai di telinga lembaga kemanusiaan tersebut. Memang benar, tidak bisa disebut ide bagus jika tak mengalami penolakan. The good idea will be denial from the beginning.

Posted in: Article, Bureaucrazy

Jangan Sebut Saya Miskin

June 30, 2013

1

SPBU (dok. google image)

BBM naik lagi. Ah, itu sudah bisa ditebak. Alotnya sidang para dewan yang katanya terhormat itu dalam membahas APBN-P 2013 hanya akal-akalan saja, biar dikira serius oleh publik. Para awam sudah paham betul jika toh disetujui juga dan menjadi UU. Efeknya adalah dicabutnya subsidi alias naiknya harga BBM. Soal yang terakhir ini rakyat sudah meramalkan dengan kepastian yang hampir mutlak, 100%. Bahwa kemudian rapat pembahasannya alot dan lama, seperti yang terlihat live di tivi, ah itu tak lebih hanya trik mengelabui mata pemirsa saja. Bahasa politiknya adalah pencitraan. Dan, soal ini bukan hanya Tuhan yang tahu, kita juga pasti tahu.

Posted in: Article, Contemplation

Antara Patho-Administration dan Wacana Pemekaran Wilayah

June 28, 2013

0

Jembatan Cincin (dok. sumedang)

”Pemkab Sumedang menjadi pemerintah daerah nomor ketiga dari 26 pemerintah kabupaten/kota di Jabar yang belanja pegawai di APBD paling besar” (Tribun, 9/9/2012). Berita di Tribun Jabar tersebut makin menegaskan belum optimalnya Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Kondisi tersebut juga mengindikasikan sakitnya administrasi pemerintahan (patho-administration). Mal-administrasi dalam tata pemerintahan masih terjadi, baik di tingkat pusat maupun di daerah, di tengah semangat reformasi birokrasi. Kondisi seperti ini tentu perlu segera ditangani.

Posted in: Article, Bureaucrazy

The Next Survivors

June 26, 2013

0

Darwin (dok. cncah.org)

“Spesies yang bertahan hidup adalah bukan yang paling kuat atau cerdas. Tapi, mereka yang bisa menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan lingkungannya” -Nukilan Hipotesis Charles Robert Darwin-

De Nekat Creativepreneur [Part. 19]

June 25, 2013

0

de-nekat-creativepreneur (dok fileforsharing)

Pada saatnya nanti semua kesempatan yang terbuang bakal datang lagi, saya meyakini. Mumpung masih muda silakan berekspresi. Salah dulu dan sakit dulu. Sukses datang belakangan. Sukses itu guru yang buruk. Dan, guru terbaik adalah mencoba (pengalaman). Kesempatan mencoba tersebut yang nantinya mengakumulasi menjadi pengalaman, atau yang sering orang sebut dengan jam terbang. Boleh salah, yang tidak boleh itu adalah tidak belajar dari kesalahan. Dalam entrepreneurship kesalahan justru harus dicoba. Biar salah dan biar kita diajar oleh kesalahan itu. Biar ada resistensi mental. Ingat saja filosofi keris.

De Nekat Creativepreneur [Part. 18]

June 24, 2013

0

de-nekat-creativepreneur (dok fileforsharing)

Tawaran kerja tetap bukan cuma sekali itu datang kepada saya. Beberapa kali—semampu yang saya ingat. Dan, kesemuanya itu tak pernah terima. Sampai pada tawaran beasiswa pun sama demikian. Datang silih berganti, dan dengan mudahnya, lagi-lagi saya tidak meng-iyakan. Terakhir, studi S2 ke Jerman. Alasan penolakannya bukan soal sombong atau apapun. Tapi, saya belum sepenuh hati untuk mengambil dan lalu menjalaninya. Dengan kesibukan dan aktivitas entrepreneurship yang saya jalani kini tidak memungkinkan untuk diduakan. Sibuk banget sih enggak. Cuma karena saya baru memulai dunia ini dan masih pula belajar, jadi gak bisa ditinggal-tinggal—apalagi diselingkuhi.

De Nekat Creativepreneur [Part. 17]

June 20, 2013

0

de-nekat-creativepreneur (dok fileforsharing)

Beberapa tahun lalu seorang dari perusahaan multi nasional yang bergerak dibidang sales and marketing menelepon saya. Entah dapat informasi personal saya, terlebih nomor kontak, dari mana tiba-tiba saja pagi itu saya dapat ‘panggilan’. Tepatnya panggilan untuk wawancara kerja. Sang penelepon memberitahukan saya tentang tempat, waktu, dan materi interview-nya. Dan, sampai pada hari yang dijanjikan pun tiba. Tapi, beruntung waktu itu saya ada kerjaan lain, sehingga interview pun urung.

De Nekat Creativepreneur [Part. 16]

June 19, 2013

0

de-nekat-creativepreneur (dok fileforsharing)

Jika belum waktunya rejeki itu datang, maka begitulah adanya. Memupuk keyakinan akan masa depan yang cerah itu baik. Bagi kita yang seorang entrepreneur, kegagalan wajib dijadikan sarapan. Siapa orangnya yang tak doyan sarapan? Begitu juga kegagalan. Jika kita yakin bahwa setelah masa sulit akan hadir masa indah, maka semuanya akan terasa baik-baik saja. kegagalan buakan sesuatu yang wah. Anda tak usah bilang wow terhadap kegagalan. Apalagi sampai koprol. Please deh! Hehe.. Biasa saja reaksinya. Sebab kualitas seorang pejuang dapat dilihat dari reaksinya setelah dipukul kegagalan. Pejuang pasti bangun lagi meski lebam menghiasi mukanya. Gak masalah. Itung-itung make up gratis.

De Nekat Creativepreneur [Part. 15]

June 17, 2013

0

de-nekat-creativepreneur (dok fileforsharing)

Kita perlu tahu hal-hal yang tidak perlu dalam memulai usaha. Salah satunya, yakni ketakutan dalam mencoba. Perencanaan itu baik. Tapi, terlalu terfokus kepada perencanaan adalah hal yang tak baik. Kapan mau memulai jika fokus kita adalah persiapan dan persiapan. Membangun rumah juga adalah proses, bukan sulap semalam jadi. Mulai dulu dengan membeli pasir, batu bata, semen, dan kayu. Jika ternyata ada yang kurang, maka penuhi kekurangan itu. jika rumah yang telah terbangun ternyata bocor, kita tentu bakal berusaha menutupnya. Kita jadi tahu dimana letak kebocorannya. Bukan jadi soal setelah itu kita memanggil tukang untuk membetulkannya atau kita sendiri yang memperbaikinya.

De Nekat Creativepreneur [Part. 14]

June 15, 2013

0

de-nekat-creativepreneur (dok fileforsharing)

A thousand miles of journey start from a single step. Semua bermula dari nol. Perjalanan panjang beribu mil pasti dimulai dengan langkah kecil. Step by step. Kita semua pernah kecil. Setiap manusia bermula dari bayi, khan? Bayi tidak lantas langsung bisa berjalan. Ia pasti belajar dulu merangkak, lalu perlahan berjalan tertatih. Jatuh dan bangun lagi. Coba jalan lagi dan jatuh lagi. Tapi, apakah sang bayi merasa khawatir? Tentunya, tidak. Khawatir itu muncul dari orang tuanya, dan bukan dari si bayi. Dia pasti tenang-tenang saja. Keinginan bayi untuk berjalan tidak secuilpun dihalangi oleh apapun. Si bayi tidak akan peduli meskipun di depannya adalah jurang yang sangat dalam. Jika dia sudah melihat sesuatu yang menarik di depan matanya, maka dia pun bakal menggapainya.

De Nekat Creativepreneur [Part. 13]

June 11, 2013

0

de-nekat-creativepreneur (dok fileforsharing)

Cerita kita lanjutkan kembali. Berdua kita buka lembaran baru. Bisnis fotografi masih tetap dilanjutkan meski kemudian hanya dijadikan sambilan. Kita coba membuka bisnis kuliner. Dengan hanya dua orang dan praktis tak punya modal, kita memberanikan diri berekspektasi. Kita belajar membuat proposal bisnis (Business Plan). Setelah dirasa mumpuni, kita pun menuangkan ide-ide bisnis dalam proposal bisnis. Tapi bagaimana ide ini jalan wong modal saja gak punya? Iya, benar sekali. Kita ingat jika kita ini cuma modal dengkul. Dan, yang namanya dengkul sama sekali gak bisa digadaikan. Coba deh Anda ke pegadaian; ‘Bapak mau gadaiin dengkul?’. Si bapak pegadaiannya pasti bakal menghujamkan upper cut dan wasit pun langsung menghitung. KO! Hehe..

Dalam Gerbong Kereta

June 10, 2013

0

Before Sunrise (dok. Ronald Grant Archive)

Do you have any idea what they were arguing about? Begitulah Jesee James memulai obrolan dengan Celine dalam sebuah kereta menuju Wina, Austria. Sempat terusik oleh sepasang suami istri berbahasa Jerman, Celine lantas beringsut mencari kursi yang lain. Beruntung, akhirnya ia memilih kursi yang ternyata tepat berseberangan dengan seorang pria kalem berstelan casual, Jesse.

Posted in: Short Story

De Nekat Creativepreneur [Part. 12]

June 8, 2013

0

de-nekat-creativepreneur (dok fileforsharing)

Singkat cerita, kami pun lulus dari kuliah. Meski dengan perjuangan yang lumayan berat, namun akhirnya penderitaan pun berlalu. Terus terang, buat saya pribadi, saya lebih menghargai arti sebuah proses meskipun panjang dan berliku. Tugas manusia adalah berperang, soal menang atau kalah itu beda cerita. Berakhirnya studi adalah satu titik balik bagi kami untuk membuka kembali lembaran bisnis yang sempat tertutup. Fotografi dan dokumentasi kami lanjutkan kembali. Kami masih butuh uang buat wisuda, jadi mau tidak mau harus mengeruk kembali sumur rejeki.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.