Browsing All posts tagged under »bandung«

Teka Teki Silam

October 30, 2016

0

Teka teki silam atau TTS ini dibuat dari, oleh, dan untuk, rakyat Indonesia, yaitu aku sendiri.

Ngerjain PR

March 9, 2015

0

Ini kisah tentang Si Bombom. Dia itu temanku. Temanku, karena aku mengakuinya sebagai salah satu dari ribuan temanku, setidaknya yang ada di phonebook. Tapi, anehnya dia juga mengaku aku ini sebagai temannya. Dia menganggapku sebagai seseorang yang sudah seperti saudaranya sendiri. Padahal, ibu kita berbeda, bapak kita berbeda, dan jenis kelamin kita pun sama: laki-laki.

Berhaji Di Jayagiri

April 29, 2014

0

Seorang teman datang dari seberang. Dari seberang dia datang dengan tenang. Dia mengaku sebagai seorang perjaka. Ah, perjaka atau gak itu urusan dia. Gue gak bakal ngecek status itu.

Sebelum Matahari Tenggelam

February 1, 2014

0

Pada sebuah gerbong kereta, sepasang suami istri tengah meributkan sesuatu yang tak sepenuhnya aku mengerti. Lebih tepatnya mereka tengah cek-cok. Mereka duduk tepat di seberang bangku yang kududuki.

Cong, Kun, Jo, dan Yul

December 19, 2013

0

Sumbing untuk kedua kali. Rencana pendakian kali ini adalah Sumbing. Setelah hampir setahun lalu kembali Sumbing didaki. Ada beda di pendakian kali ini. Kali ini Gue gak sendiri. Gue mendaki bareng temen-temen. Dan yang spesial adalah mendaki bareng seseorang. Seseorang itu adalah Om Gue.

De Nekat Creativepreneur [Part. 12]

June 8, 2013

0

Singkat cerita, kami pun lulus dari kuliah. Meski dengan perjuangan yang lumayan berat, namun akhirnya penderitaan pun berlalu. Terus terang, buat saya pribadi, saya lebih menghargai arti sebuah proses meskipun panjang dan berliku. Tugas manusia adalah berperang, soal menang atau kalah itu beda cerita. Berakhirnya studi adalah satu titik balik bagi kami untuk membuka kembali lembaran bisnis yang sempat tertutup. Fotografi dan dokumentasi kami lanjutkan kembali. Kami masih butuh uang buat wisuda, jadi mau tidak mau harus mengeruk kembali sumur rejeki.

Makhluk Manis Dalam Bus

June 5, 2013

0

Hmm. Beberapa bulan lalu gue naik bus menuju Bandung. Tujuan ke Bandung, yang pada awalnya buat membereskan pekerjaan yang tertunda, membawa gue pada romantika masa lalu. Bertemu kembali dengan seorang gadis manis dari fakultas seberang. Sebentar. “Cerita ini adalah fiktif belaka. Kemiripan tokoh dan cerita adalah kebetulan semata”. Hehe. Bercanda ding. Beneran kok ceritanya. Cuma kalo dipikir-pikir kayak sinetron. ‘Kebetulan’ karena ketemunya kita itu tanpa ada rencana atau skenario sebelumnya. Tapi, gue yakin itu sudah ditentukan oleh Sang Pencipta. Jadi, gak ada yang namanya kebetulan.