Ah Ih Uh

Posted on September 8, 2016

0



image

Ah, mengapa pula harus menunggu malam jumat tiba
Jikalau malam senin, selasa, rabu, kamis, sabtu, minggu, bisa jua
Jikalau pagi, siang, sore, dapat pula
Desahku resah,
oleh karena kau yang mendesah beribadah
Lelahnya, lepas gairah sudah

Ih, bukan maksud hati ini iri,
tidak, oh tidaklah sama sekali
Duhai malam hentikan rintih
Sayup, angin menggendong perih
Kupingku ini kian pedih
Di sini aku tepekur bersedih
Di sana kau mendengkur usai merintih

Uh, keluhku
Percuma aku tersedu
Toh, kau tetap bermain seru
Membunuh waktu,
meneteskan peluh
Wahai juwita yang kini tengah nikmati lenguh
Awas saja, ada api emosi melayang-layang bernama teluh

Posted in: Poem