Jangan Dangkal!

Posted on July 15, 2016

0



image

Kau beli kendaraan itu kemauanmu, bukan? Dengan begitu, harusnya kamu siap dengan bau asapnya, mogoknya, macetnya.

Sedangkan kau malah mengeluh.

Soal asapnya. Katamu polusi sehingga kau harus beli masker untuk menutupi hidungmu. Bahkan kau tambah menyalahkan perokok yang katamu asapnya mengganggumu. Kau lalu menyuruh perokok menelan asapnya. Memangnya kau mau menelan sendiri asap knalpot kendaraanmu?

Soal mogoknya. Kau malah menyalahkan pabriknya. Katamu pabriknya asal-asalan dalam membuatnya. Padahal kau saja yang asal-asalan memakainya. Lalu kau menyalahkan bengkel yang katamu tak bisa merawatnya. Memangnya kau tak berpikir dulu sebelum membelinya?

Soal macetnya. Kau lalu menyalahkan pemerintah. Katamu pemerintah tak becus mengurus jalanan. Padahal kau saja yang tak tak becus memilih jalan. Atau tak mau sabar berbagi ruang dengan pengendara lainnya. Memangnya kau pikir petugas tol dan petugas jalan itu tak stres melihat tingkahmu itu?

Macet ini aku bingung siapa tersangkanya dan siapa korbannya. Padahal kau yang berkendara tapi kau menyalahkan orang lain, jalan, dan pemerintah yang katamu tak becus. Kau merasa sebagai korban yang teraniaya. Dan dengan mudahnya telunjukmu menuding pihak lainlah tersangkanya.

Aneh, di dunia yang sudah serba pintar seperti ini, kenapa justru mereka yang bodoh yang dianggap paling benar. Orang bodoh yang lupa menelan egonya sendiri.

Silakan kau terus saja menyalahkan orang lain. Karena dengan begitu kau akan terlihat pintar menutupi kebodohanmu sendiri.

Kau tahu, egomu membunuhku!