The Fifth Discipline (Peter M. Senge)

Posted on April 23, 2011

4



Disiplin Kelima (Seni dan Praktek dari Organisasi Pembelajar)

“Ketidakmampuan belajar merupakan sesuatu hal tragis bagi anak-anak, dan fatal bagi organisasi. Karena di antara organisasi, hanya sedikit perusahaan yang bertahan bahkan setengah dari umur seseorang—kebanyakan mati sebelum mencapai umur 40”

Itulah satu hal dasar yang melatarbelakangi Peter M. Senge dari MIT dalam membangun organisasi pembelajar—sebutan ya

ng kemudian menjadi inti buku ini.

Buku ini menyuruh kita untuk berpikir sistem. Memandang organisasi bukan hanya sekadar entitas mati. Organisasi juga adalah organisme yang hidup dan berkembang. Ia bisa belajar dan tumbuh layaknya mahluk hidup. Buku ini memang benar-benar berisi tentang nilai hidup.

Pada bab awal buku Disiplin Kelima (The Fifth Discipline) ini, Peter M. Senge mengajarkan kepada kita tentang 11 dasar organisasi pembelajar, antara lain: (i) Masalah sekarang berasal dari “solusi” kemarin, (ii) Semakin kuat anda mendorong, semakin kencang sistem mendesak ke belakang, (iii) Perilaku tumbuh dengan lebih baik sebelum menjadi jelek, (iv) Jalan keluar yang mudah biasanya mengarah pada jalan kembali, (v) Obatnya bisa lebih parah dari penyakit, (vi) Percepatan merupakan perlambanan, (vii) Sebab dan akibat tidak begitu erat berkaitan dengan ruang dan waktu, (viii) Perubahan kecil bisa menghasilkan akibat yang besar—tetapi area pengaruh yang tertinggi acapkali kurang jelas, (ix) Anda bisa memiliki kue anda dan memakannya juga tetapi tidak sekaligus, (x) Membelah seekor gajah menjadi dua tidak menghasilkan dua ekor gajah kecil, (xi) Tidak menyalahkan. Kesebelas dasar organisasi pembelajar tersebut benar-benar mengajarkan kepada para pelaku organisasi untuk berpikir mendalam tentang organisasinya.

Pada bab selanjutnya Senge mengajak kita untuk memahami apa isi inti dari buku ini, yakni tentang bagaimana inti membangun organisasi pembelajar. Kelima inti dalam membangun organisasi pembelajar, antara lain: (i) Keahlian Pribadi, (ii) Model Mental, (iii) Visi Bersama, (iv) Pembelajaran Tim, dan (v) Berpikir Sistem. Keahlian Lima Disiplin Senge memungkinkan kita mengatasi ketidakmampuan belajar sehingga dapat melahirkan optimisme bagi diri para pelaku organisasi. Disiplin Kelima lebih dari sekadar buku pengetahuan tentang organisasi. Lebih dari itu, buku ini adalah sebuah kitab kebijaksanaan spiritual, psikologi, sisi pemikiran manajemen, dan pada kerja Senge dengan perusahaan puncak yang menggunakan metode disiplin kelima. Membaca buku ini memberikan suatu pencarian pengalaman pribadi dan suatu pengalihan pemikiran professional yang dramatis.

Buku Disiplin Kelima terbitan Binarupa Aksara ini adalah terjemahan langsung dari judul aslinya The Fifth Discipline, sehingga perlu pemahaman yang mendalam untuk bisa memahaminya. Kerumitan bahasa yang digunakan, penganalogian dengan didukung oleh studi kasus menjadi salah satu alasan yang menuntut penghayatan lebih pembacanya. Namun, karena buku ini disusun berdasarkan hasil riset penulisnya, pembaca diajak untuk menelusuri dunia nyata organisasi-organisasi besar dunia. Tentunya pembaca akan menjadi kaya pengetahuan dengan belajar tentang detail organisasi.

Organisasi yang akan terus bertahan (survive) di abad 21 ini adalah organisasi pembelajar, yakni organisasi yang mau untuk belajar, organisasi yang mampu mengatasi ketidakmampuan belajar pada tujuannya memahami secara lebih jelas lagi ancaman dan juga dalam mengenali peluang baru.

Buku ini wajib dibaca oleh para pelaku, pengkaji, dan orang-orang yang concern dalam dunia organisasi.

“Recomended for student of Public Administration Department”

Posted in: Book Recency