Mencari Kembaranmu

Posted on February 15, 2015

0



Wiet (dok ediology-klosetide)

Wiet (dok ediology-klosetide)

 

Seperti berencana dengan seksama ingin menyeretku ke dalam indahnya masa-masa berdua

Semesta seakan sengaja memutar kaset memori itu setiap waktu

Mengalunkan bahasa lagu yang berkisah tentangnya,

 

Ada rintik hujan yang mengingatkanku akan bening binar air matamu,

mengguyur rindu tak berpayung

Ada angin musim kemarau yang menghembuskan hangat aroma tubuhmu,

acuh menerobos sela-sela ventilasi memori

Ada mentari pagi yang membawa sinar sayu tatapan matamu,

lalui jendela hati yang terbuka

Ada sore yang menyeret rona jingga parasmu,

membalut rumah sunyi tak berpenghuni

Ada rembulan sabit yang menggurat sendu senyummu,

ukir damai pekat malam tak berbintang

Sungguh-sungguh bagiku, adalah keping-keping mozaik gambaran dirinya di masa lalu

Yang selalu dan akan selalu membayang

 

Dia,

hanya satu, dan telah lalu, yang tak mungkin terganti meski setiap saat debur ombak silih berganti menyongsong bibir pantai

 

Adakah lagi kembaranmu?

Kini, aku benar-benar masih mencari

Posted in: Poem