Bahasa Telegram

Posted on September 8, 2014

0



Ibu (dok. klosetide)

Ibu (dok. klosetide)

 

Malam telah turun dengan gelisah titik Ia hadir berbarengan dengan mendung yang menyapu langit jingga menjadi keabuan titik Mungkin langit tengah mengancamku koma atau sekadar menakut-nakutiku titik Tentu saja untuk berhenti titik Berhenti dari perjalanan malamku ini titik

Jangan kau coba menghentikanku tanda seru

Enyah saja kau malam yang datang bersama mendung titik Aku tak takut titik Aku tak khawatir titik Meski kau datang bersama mendung dan bersama sekawanan burung pembawa kerikil api yang berbondong-bongdong seperti memenuhi langit pun aku tak akan surut titik Kalian sia-sia saja titik Tekadku sudah bulat untuk tetap melanjutkan perjalanan ini titik

Tetap saja aku bakal terus melangkah bersama bus malam yang kutumpangi ini titik Yang mengantarkanku menuju persinggahan berikutnya koma di tanah kelahiranku titik Sepanjang perjalanan ini aku senantiasa berkata koma Hey Ibu koma jangan dulu kau terlelap titik Aku pulang membawa bingkisan untukmu titik

Seorang perempuan luar biasa itu kuyakin tengah menungguku titik Sambil menahan rasa rindunya itu mulutnya pasti tak lepas dari doa untuk keselamatan anaknya ini koma aku titik Oh ibu koma kasihmu memang tiada pernah berhenti seperti titik yang mengakhiri sebuah kalimat koma dan restumu selalu tak berjeda tak seperti koma yang memisahkan anak kalimat dengan induk kalimat titik

Ah koma Ibu titik Semuanya yang datang dari padamu tanpa pengecualian koma mengalir saja begitu derasnya koma layaknya sebuah bahasa telegram yang tak pernah mengenal tanda baca titik

NEY

Posted in: Poem