Balada Anak Bahari [Part. 3]

Posted on July 19, 2014

0



Balada Anak Bahari (dok klosetide)

Balada Anak Bahari (dok klosetide)

Sore itu Djono dan Darsinah pulang ke haribaannya. Aktivitas senja bergulir seperti biasa. Anak-anak bermain bola, kasti, gatik, dan muda-mudi berduaan duduk di pinggir pantai menikmati jingga lembayung senja.

Di sebuah Pos Kamling desa yang lama tak terpakai nampak tiga orang perempuan tengah petan. Perempuan pertama telaten membelai rambut untuk mencari makhluk kecil hitam penyedot darah, seekor tuma, di kepala perempuan kedua. Pun perempuan kedua sama memperlakukan perempuan ketiga. Helai demi helai rambut dibelainya mencari tempat persembunyan sang kutu. Hingga akhirnya sang kutu sial dan tertangkap oleh sang pemetan, maka kutu itu akan diambilnya dengan penuh kehati-hatian menggunakan kedua jari. Ditariknya kutu yang erat mencengkeram helai rambut, seperti tak ingin lepas sebab pasti berujung maut. Setelah dapat kutu itu lantas segera masuk mulut pemetan dan digigitnya sang kutu tiada ampun.

Kletus..

Bunyi kutu yang digigit menyajikan satu kepuasan tersendiri bagi sang pemetan. Mendapatkan seekor kutu dan menggigitnya saja sudah cukup membuat bahagia. Betapa kepuasan itu tidak harus menyangkut suatu pencapaian besar.

Dan, Tegal sekali lagi mengajarkan dengan sederhana makna dari kerjasama.

 

Bersambung…

 

JS

Posted in: Short Story