Rampai Syair

Posted on March 31, 2014

0



Mentari-Senja (dok klosetide)

Mentari-Senja (dok klosetide)

Sudah I

Sudah,

Lepaskan sejenak zirah besimu..

Biarkan lembut sinarnya membuaimu lelap meluruhkan lelah jiwa

Letih hati..

 

Sudah II

..sudah,

Kembalilah membumi

Langit itu hanya akan membuatmu terbang lebih tinggi

Tapi, tidak lebih baik dari yang lalu..

 

Hey Cantik

Hey cantik, malam ini engkau terang namun juga redup bersamaan

Mungkin hanya penghuni malam yang dapat mengerti engkau

Namun begitu kau tetap anggun berdiri di sana

Walau kabut itu mulai ingin menjamahmu

Walau kabut itu mulai ingin menguasaimu

Walau kabut itu begitu rakusnya mngambil indahmu malam ini

 

Tapi cantik,

Seredup apapun engkau malam ini, aku pernah melihat terangmu benar

 

Kesendirian

Menikmati ketika mentari masih tinggi di atas kepala

Memberi kesempatan kepada dia yang selalu bertemu ketika gelap datang

Memberikan yang hak kepada yang terlupakan

 

Dan pada akhirnya menikmati twilight zone ditemani kesendirian

 

Jendela

Turunlah dari jendela itu

Saat ini langit belum akan menjadi tempatmu

Kembalilah ke bumi, di sini kau akan memulai perjalananmu menuju langit

 

 

Hey Pagi I

Hey pagi, kutepati janjiku bukan?

Ketika kau rasa hangat pagi tadi, itu adalah aku

Ketika kau rasa sejuknya angin pagi ini, itu adalah aku

Ketika kau rasakan buncahan-buncahan kecil yang menggelitik hatimu, itu adalah aku

 

Hey pagi, kutepati janjiku bukan?

 

 

Hey Pagi II

Hey pagi, tunggu aku yah..

Biarkan malam menyapaku sejenak..

Biarkan malam menyesapi setiap letih hari ini..

Agar esok aku bisa menyapamu dengan senyum termanis yang aku punya..

 

Pernah

“..pernah, untuk sesaat aku berpikir engkau adalah senjaku..” #

YAS

Posted in: Poem