Pulang

Posted on October 22, 2013

2



Sepanjang rindu yang membelah jalan bandung sumedang setiap minggu
ada angin semurung risau
yang merendam letih pada bimbang jalan sunyi berliku
menempuh harapan
pada bening matamu wahai

adinda.

Maka terimalah bunga letih remuk tulangku
Eluslah dengan senyummu,
jelita
Agar luka perang kehidupan di kota

Tidak menjadi nanah

Kerna kepada siapakah air mata lelaki sejati pantas diteteskan
Kerna kepada siapakah darah hangat lelaki pekerja keras pantas ditumpahkan
Kerna kepada siapakah jiwa bebas pengelana peradaban pantas disandarkan

Kalau bukan di pelabuhanmu

 

Oleh: Agus Sulistiyono Kasrip ‘ASK’

 

Posted in: Poem