The Next Survivors

Posted on June 26, 2013

0



Darwin (dok. cncah.org)

Darwin (dok. cncah.org)

“Spesies yang bertahan hidup adalah bukan yang paling kuat atau cerdas. Tapi, mereka yang bisa menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan lingkungannya”

-Nukilan Hipotesis Charles Robert Darwin-

Begitu yang Darwin katakan dalam hipotesisnya. Ilmuwan kenamaan yang lahir pada abad ke-19 tersebut bisa dikatakan luar biasa. Keluarbiasaannya itu terlihat pada beberapa karya, salah satunya yang terhimpun dalam “On the Origin of Species by Means of Natural Selection, or The Preservation of Favoured Races in the Struggle for Lifeatau lazim dikenalThe Origin of Species (1859)”, tentang evolusi. Pun sensasional sebab beberapa karyanya itu menuai banyak pro dan kontra, termasuk soal dengan kriteria macam apa makhluk yang mampu survive (bertahan hidup) itu.

Sebetulnya, Darwin telah memberikan clue bagaimana cara bertahan hidup. Dalam hipotesis diatas ia membeberkan secara gamblang cara untuk survive. Sekadar menebak-nebak atau kelampau predictative, toh teori Darwin lantas kejadian benarnya kemudian. Bahwa spesies atau makhluk yang bakal bertahan hidup adalah mereka yang adaptabel dengan lingkungannya. Dan, bukan yang paling kuat atau cerdas. Adaptabilitas suatu makhluk jelas adalah satu kunci utama menaklukan alam semesta. Artinya punya, mereka yang inadaptabel bakal tersingkir bahkan justru dimakan oleh alam itu sendiri.

Belakangan teori dan hipotesisnya kemudian banyak di-breakdown kedalam beberapa ilmu terapan dan kajian soal kehidupan alam semesta. Sebut saja Daniel Goleman, seorang yang kesohor lewat teori Emotional Intellegence-nya (EQ/EI). Emotional intelligence (EI) is the ability to identify, assess, and control the emotions of oneself, of others, and of groups (Goleman, 1995). Menurutnya, 80% keberhasilan seseorang di masyarakat dipengaruhi oleh kecerdasan emosi (EQ) dan sisanya 20% dipengaruhi kecerdasan otak (IQ). Keterampilan ini bakal melahirkan kegembiraan, cinta, dan keberhasilan dari semua jenis. Mereka yang masuk kategori ini punya ciri mampu menguasai dirinya dan berkomunikasi efektif dengan orang lain.

Lantas, Danah Zohar dan Ian Marshall kemudian melahirkan teori Spiritual Intellegence-nya (SQ/SI). SQ Adalah kemampuan yang diperoleh dari pemanfaatan kecerdasan spitualitas dalam berpikir holistik dan integral untuk mengembangkan diri secara utuh, lewat caranya menciptakan kemungkinan atau peluang untuk menerapkan nilai-nilai positif. Sederhananya, ia adalah kecerdasan untuk menghadapi serta memecahkan masalah dalam makna yang luas dan kaya. Inilah perpaduan antara IQ dan EQ. Mereka yang cerdas secara spiritual bakal punya kecerdasan mampu bersikap fleksibel dan adaptif, punya kesadaran yang tinggi, mampu mandiri, dan mampu menguasai dirinya sehingga terjauh dari derita yang lebih besar dalam hidup.

Itulah kenapa kini banyak yang mengatakan jika modal IQ saja belum cukup untuk hidup—apalagi untuk meraih sukses dalam hidup. Sekadar untuk hidup saja tidak cukup. Masih butuh keterampilan lain, yang lebih powerful, yakni EQ dan SQ. Sebab, dasar IQ adalah intelegen atau kecerdasan otak semata, sedangkan EQ dan SQ berdasar pada emosional dan spiritual seseorang yang jika mau dimanfaatkan akan lebih luar biasa lagi. Inilah yang disebut oleh Darwin sebagai the clue to survives. Para survivor yang sukses adalah mereka yang mampu adaptabel sehingga dapat menguasai diri serta tempat hidupnya. Teori yang sudah berumur lebih dari 1 abad milik Darwin ternyata terbukti belakangan.

Bagaimana nasib kita? Buat mereka yang tak mampu mengenali alam dan adaptif sudah dapat dipastikan akan kalah. Jika hidup sekadar hidup, barangkali yang hanya bermodal IQ bisa hidup. Tapi, hidup tidak sesederhana demikian. Queen, grup musik Inggris, jauh-jauh hari telah memperingatkan kita lewat lagunya “Too Much Love Will Kill You”: ‘You’re headed for disaster, if you never read the signs’.  Bahwa pertanda alam sangatlah baku. Mereka yang adaptabel tentu saja juga harus mampu membaca pertanda. Dan, bagi mereka yang tidak membaca, maka bencana menanti—itulah mengapa suruhan pertama kali Tuhan kepada hamba-Nya adalah Iqra (bacalah).

Bersiaplah. Dan, pilih dengan cara apa kita hidup. Lewat clue and key apa kita bertahan dan raih kesuksesan. Apakah IQ, EQ, atau SQ? Make up your mind now!