De Nekat Creativepreneur [Part. 16]

Posted on June 19, 2013

0



de-nekat-creativepreneur (dok fileforsharing)

de-nekat-creativepreneur (dok fileforsharing)

Belum Waktunya

Jika belum waktunya rejeki itu datang, maka begitulah adanya. Memupuk keyakinan akan masa depan yang cerah itu baik. Bagi kita yang seorang entrepreneur, kegagalan wajib dijadikan sarapan. Siapa orangnya yang tak doyan sarapan? Begitu juga kegagalan. Jika kita yakin bahwa setelah masa sulit akan hadir masa indah, maka semuanya akan terasa baik-baik saja. kegagalan buakan sesuatu yang wah. Anda tak usah bilang wow terhadap kegagalan. Apalagi sampai koprol. Please deh! Hehe.. Biasa saja reaksinya. Sebab kualitas seorang pejuang dapat dilihat dari reaksinya setelah dipukul kegagalan. Pejuang pasti bangun lagi meski lebam menghiasi mukanya. Gak masalah. Itung-itung make up gratis.

Tuhan lagi mengakumulasikan rejeki kita. nah, mending begitu mikirnya. Kalo belum kunjung naik profit usaha kita keyakinan yang harus dipupuk seperti itu. namanya juga akumulasi. Pas giliran dateng pasti gede. Terus, juga jangan lantas menyalahkan keadaan dan orang lain. mentang-mentang pendapatan bisnis hari ini belum cukup buat bayar pegawai lantas kita ngamuk-ngamuk. Semua pegawai kena semprot. Giliran dia sendiri sebagai owner cuma marah-marah doang kerjaannya. Watdezig! Padahal, kesalahan bisa jadi ada di si owner, bukan di pegawai. Misalnya saja dia tidak jeli melihat peluang. Wong yang namanya pegawai itu khan sesuai instruksi komandannya.

Memupuk keyakinan juga akan melahirkan sikap introspeksi diri. Stop menyalahkan orang lain dan keadaan. Barangkali belum waktunya. Jika kita terus berusaha kok rejeki gak nongol-nongol jangan salahkan siapa-siapa apalagi menyalahkan Tuhan. Eits.. pamali! Wong belum waktunya mau gimana lagi. Sesuatu yang belum saatnya tentu saja tak bisa dipaksakan. Seperti halnya jodoh. Kalau kita belum berjodoh dengan rejeki, mau jungkir balik seperti sirkus juga gak akan dateng tuh rejeki. Doa sudah, usaha terus, berbuat baik kepada pelanggan dijalankan, terus kok masih saja rugi. Sabar! Itulah seni berbisnis. Kadang kita sudah berpikir bahwa semua rumus bisnis sudah diterapkan. Tapi, pendapatan masih saja seret. Apa yang salah?

Bukan kesalahan siapa-siapa. Berhenti menhakimi nasib. Yakin saja jika Tuhan bakal nurunin rejekinya suatu saat langsung sekarung. Kapan? Ya nanti. Hehe.. Jangan mengeluh. Sebab mengeluh sama saja bunuh diri. Emangnya kalo kita ngeluh terus ujug-ujug masalah selesai gitu. Gak akan! Justru bakal nambah masalah baru. Sering ngeluh, usaha jadi gak fokus, dan stres hinggap. Berprasangka baik juga penting dalam bisnis. Latihan mental yang satu inii gampang-gampang sulit sih. Gampang karena gak butuh tenaga besar apalagi modal gede. Dan, sulit karena gak dicoba. Ingat, bahwa bisnis adalah proses mencoba mencari yang pas. Kalo emang gak pas dan gak sesuai passion ya gak usah dilanjutin. Cari saja bisnis yang lain. banyak khan?

Sekali lagi, mencapai kesuksesan ibarat mencapai surga. Gak gampang. Perlu kerja cerdas, bukan hanya kerja keras. Setelah itu, tinggal sabar dan ikhlas. Sabar jika rejeki belum mampir. Dan, ikhlas jika memang rugi yang didapat. Percaya saja sama Tuhan yang Maha Baik. Masa iya semut yang kecil sekecil-kecilnya juga masih bisa dapat makan kita tidak. Artinya semua mahluk-Nya sudah dijamin rejekinya. Soal besar atau kecil, sekarang atau nanti itu soal usaha kita saja menjemputnya. Dan, pahami juga bahwa itu hak prerogatif Tuhan. Ia lah penentu segalanya. Inilah ujian spiritualitas bagi seorang entrepreneur. Tugas kita berjuang. Hasilnya, Tuhan lah yang menentukan. Satu kuncinya, jangan putus silaturahmi. Begini, rejeki itu cuma penumpang, kendaraannya adalah silaturahmi. So, jangan putus harapan, Sob!