De Nekat Creativepreneur [Part. 14]

Posted on June 15, 2013

0



de-nekat-creativepreneur (dok fileforsharing)

de-nekat-creativepreneur (dok fileforsharing)

Contohlah Bayi

A thousand miles of journey start from a single step. Semua bermula dari nol. Perjalanan panjang beribu mil pasti dimulai dengan langkah kecil. Step by step. Kita semua pernah kecil. Setiap manusia bermula dari bayi, khan? Bayi tidak lantas langsung bisa berjalan. Ia pasti belajar dulu merangkak, lalu perlahan berjalan tertatih. Jatuh dan bangun lagi. Coba jalan lagi dan jatuh lagi. Tapi, apakah sang bayi merasa khawatir? Tentunya, tidak. Khawatir itu muncul dari orang tuanya, dan bukan dari si bayi. Dia pasti tenang-tenang saja. Keinginan bayi untuk berjalan tidak secuilpun dihalangi oleh apapun. Si bayi tidak akan peduli meskipun di depannya adalah jurang yang sangat dalam. Jika dia sudah melihat sesuatu yang menarik di depan matanya, maka dia pun bakal menggapainya.

Terkadang sikap ketidakpedulian kita terhadap ancaman yang didepan mata itu sangat diperlukan. Bukan berarti kita sama sekali mengacuhkan rencana dan pertimbangan, tapi langkah cuek terhadap resiko adalah semangat. Resiko tentu ada disetiap detik yang kita lalui. Jangankan dalam berbisnis. Kita yang duduk manis pada kursi empuk pun bisa kena musibah. Apa kita bakal tahu jika tiba-tiba ada gempa 8.0 SR yang mengguncang kota dan runtuhlah beton rumah kita. semua resiko bis terjadi pun bagi mereka yang duduk manis. Toh rejeki itu tidak akan datang kalau kita tak menyusulnya. Emangnya yang duduk manis itu bakal ketiban uang segepok dari langit?

Mencoba dan kemudian gagal lebih terhormat daripada cuma duduk manis. Para pahlawan bangsa yang berperang di medan pertempuran dengan penjajah gugur secara terhormat daripada duduk manis di rumah mereka. Saya pikir keberhasilan dalam berbisnis adalah seberapa berani kita dalam mewujudkan ide-ide bisnis kita. dalam setiap kegagalan yang kita dapati, pasti ada hikmah disitu. Uang memang melayang jika kita gagal berbisnis, tapi pembelajaran akan mental bisnis itulah hikmahnya. Saya pribadi lebih memilih uang tabungan saya ludes dalam mencoba berbisnis daripada harus ikut pelatihan bisnis. Bukan maksud berkata bahwa pelatihan bisnis itu tak penting. Tapi, kepekaan bisnis itu dilatih lewat kegagalan dalam mencoba. Sama sekali bukan duduk manis di pelatihan atau business couching.

Dalam dunia entrepreneurship resistensi mental adalah yang terpenting. Batu ujian yang namanya kegagalan atau kebangkrutan itu mutlak dalam dunia ini. jika kita mencoba lalu gagal dan enggan mencoba kedua kalinya ya itulah mental kita. gagal dalam bisnis itulah yang justru harus dicoba. Seberapa kuatkah mental kita menghadapi itu? tanyalah pada nurani kita masing-masing. Jika harus menyebut satu persatu siapa saja entrepreneur yang gagal puluhan atau bahkan ratusan kali dan kini sukses tentu tak akan cukup satu lembar. Bisa jadi jika potret pengusaha yang mengalami kegagalan tersebut bakal memakan ratusan lembar. Gak lucu juga jika ada satu buku yang isinya cuma nama-nama mereka yang gagal, khan?

Sudahlah. Kita cukup tahu mereka-mereka itu. saya yakin Anda pun hapal puluhan pebisnis yang gagal. Toh kini mereka bisa survive dan berhasil. Tapi, bukan soal kesuksesannya yang inspiratif, tapi justru kegagalannya. Saya lebih suka menilai proses membangun bisnis daripada kisah suksesnya. Jika boleh usul, sudahlah letakkan saja kisah sukses pada halaman terakhir dan bacalah 99 lembar kisah pahitnya. Biar kita bisa belajar dari kegagalan. Dengan itu, maka kita bisa benar-benar menghargai apa itu harapan. Bukan seorang entrepreneur jika ia tak mampu menghargai harapan. Sebab dalam keterpurukan selalu terselip harapan untuk bangkit dan berhasil.

Seribu jalan menuju Roma. Begitu kata pepatah. Begitupun dengan kemegahan Roma yang tentu tidak dibangun dalam satu malam. Butuh bertahun bahkan ratusan tahun untuk membangun satu kemegahan Roma tersebut. begitu pula kemegahan bisnis. Belum mumpuni mental seorang pebisnis jika baru diberi satu saja kegagalan oleh Tuhan. Resistensi mental terbentuk dari puluhan bahkan ratusan kegegalan. Stalagtit dan stalagmit tidak terbentuk indah dalam hitungan malam. Gua menjadi indah dan keindahannya dibentuk oleh mereka yang terbentunya beratus tahun. Kita seharusnya mampu membaca pertanda alam.