Dimana Indonesia?

Posted on March 29, 2013

0



IndoKorea

IndoKorea

Bangun tidur, langsung menyalakan televisi semua tayangan asal Barat. Keluar rumah untuk sarapan yang ada KFC, Pizza Hut, dan CFC. Ingin jajan hanya ada Dunkin Donuts. Pengen masak sendiri lalu belanja dan beli bawang katanya bawang Thailand. Beli daging sapi dibilangnya sapi Australia. Cari pencuci mulut adanya Apel Washington. Pengen keluar malam dan nongkrong yang ramai Starbukcs Coffee. Sampai-sampai celana dalam juga sekarang ada label bendera Inggris-nya. Lantas dimanakah Indonesia?

Katanya, ada Cherrybelle yang jadi idola gadis-gadis jaman sekarang. Lalu, ada Smash yang juga jadi ikon cowok masa kini. Memang, dunia hingar bingar muda-mudi kini dipenuhi oleh Boy Band dan Girl Band. Mereka lantas bergaya ikut-ikutan ala sang artis. Pakai hot-pants, cardigan, kaos singlet, pakai sepatu hak tinggi kayak artis idolanya, bawa BB, memotong rambutnya gaya Jepang atau Korea, dan menyemprot tubuhnya dengan parfum bermerek asing. Mereka itu mengidolakan para artis yang juga mengidolakan artis lainnya. Katanya sih dari Korea. Konon kabarnya gak gaul kalo gak ke-Korea-koreaan.

Wajar saja. Wong televisi masif menyelenggarakan ajang pencarian bakat kok. Tiap hari media memproduksi artis rasa Barat dan Korea. Dulu ada Indonesian Idol, sekarang diganti X-Factor. Latah karena ada American Idol dan X-Factor America. Lah, mereka itu ya American Idol dan X-Factor America, cuma pindah tempat saja. Gayanya sama. Mekanisme lombanya sama. Jurinya memang orang kita, tapi desainnya sama. Bahkan dari A sampai Z sama semuanya. Kalau ndak ada yang beda kenapa pake nama Indonesia. Dimana Indonesianya?

Film sekarang kiblatnya tetap saja asing. Apalagi sinetron. Tonton saja sinetron kita yang hampir semuanya mengadopsi drama Jepang dan Korea. Anak-anak SMA pakai seragam sekolah serba mini. Bahkan anak-anak SD di sinetron kita sudah berani terang-terangan pegangan tangan alias pacaran. Dahulu ada film-film kayak Janur Kuning atau Wiro Sableng atau Arya Kamandanu. Ada sinetron model Keluarga Cemara yang mengajarkan budi dan nilai-nilai kehidupan. Atau Dokter Sartika yang mengajarkan pengabdian. Lalu, sekarang mana tontonan ala Indonesia?

Kemarin-kemarin banyak artis luar negeri yang manggung disini. Lalu, penyanyi kita juga ikut-ikutan ke luar negeri. Noah, yang sekarang lagi ngetren dan jadi ikon anak band muda-mudi kita abis konser di 5 negara dan 2 benua. Tapi, yang nonton orang kita juga. Mereka yang konser di Asia, Eropa, atau Amerika penontonnya dari negeri kita sendiri. Biar kelihatan mentereng beritanya, ‘Konser di Luar Negeri’. Padahal official-nya orang kita, penontonnya orang kita, yang konser orang kita, sponsornya orang dalem, cuma tempatnya saja yang beda. Lalu apa bangganya. Dimana luar negerinya?

Belakangan ini saya suka bertanya sama diri sendiri. Dimana Indonesia? Dari bangun tidur sampai tidur lagi semuanya asing. Kita jadi pintar dalam mem-fotocopy. Jagonya fotocopy ya kita-kita ini. Sampai-sampai ada tayangan ‘Ustad Fotocopy’. Kayaknya emang benar, cerminan Indonesia kini ya jadi negeri fotocopy. Bangga menjadi copiers. Dasar negeri keliru. Jadi tukang fotocopy kok ya bangga.

Entahlah. Saya juga jadi lupa dimana Indonesia kini.