Seksinya Spontanitas

Posted on March 22, 2013

0



Dian Sastro Wardoyo (dok. jadulpunya-wapsite-me)

Dian Sastro Wardoyo (dok. jadulpunya-wapsite-me)

Sobat Blogger pernah lihat yang namanya Dian Sastro khan? Tentu pernah. Cewek berparas ayu ini emang sempat jadi kiblat remaja era 2000-an. Kala itu Si Mbak maen di film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) bareng Nicholas Saputra. Aktingnya yang piawai membuatnya jadi idola anak muda masa kini, terutama cowok. Cowok mana yang gak ngiler lihat Dian Sastro? Saya pun demikian. Hehe..  Soal seksi tak usah diragukan lagi. Tentu saja Mbak Dian masuk dalam kategori ini. Tapi, ternyata ada lho yang lebih seksi dari Dian Sastro. Apakah itu?

Ini dia mahluk yang menempati urutan teratas deretan mahluk Tuhan paling seksi, namanya ‘spontanitas’. Cewek atau cowok ya kira-kira spontanitas itu. Hehe.. Dia itu tidak berjenis kelamin, tapi seksi. Itu menurut saya. Keseksian spontanitas terlihat pada satu momen atau kejadian yang serba mendadak, yang dengannya muncul kreativitas. Selain karena keterbatasan, kredo kreativitas yang lainnya adalah spontanitas. Kalian pasti pernah melakukan sesuatu hal yang sifatnya spontan. Atau minimal pernah nonton acaranya, ‘Spontan’ yang dulu dibawain sama Komeng. Hihi..

Back to topic. Ya, lagi-lagi keadaan serba mendadak bakal menggiring kita ke dalam satu tindakan yang juga tiba-tiba, tanpa diduga-duga, dan tanpa rencana. Misalnya, bagi para cewek yang lupa bawa duit saat naik angkot dan mendadak merayu sang supir dengan gombalan garing ala Andre OVJ. Atau dulu saat kita SD tiba-tiba sang guru memanggil nama kita untuk tampil di depan kelas, dan mendadak kita nyanyi seadanya dengan suara serba pas-pasan. Kalo kata pribahasa latin, ‘Mens sana in corpore sano’, nada kesana suara kesono. Hehe..

Tau gak kalo yang kayak gitu itu tuh seksi. Ini bukan bentuk wajah atau lekuk tubuh. Seksinya spontanitas itu soal rasa. Pas kita deg-degan itulah rasa seksinya. Lagi jalan santai keliling komplek nyari pemandangan gadis seksi eh malah dikejar anjing tetangga. Bukan dapat gadis seksi malah dapat kejaran anjing seksi. Spontan kita pasti langsung lari terbirit-birit sambil nenteng sepatu. Atau ada yang lebih seksi, bukan lari malah kita nyayi. Mendadak dangdut saat dikejar anjing. Kita jadi mendadak kreatif kalo sudah kepepet kayak gitu. Kalo kata Jaya Setiabudi, ‘The Power of Kepepet’.

Saya sendiri pernah ngalamin dan ngerasain betapa seksinya spontanitas. Bukan saat dikejar anjing atau disuruh maju didepan kelas oleh guru, tapi dikejar polisi. Ceritanya gini, saat itu jumat pagi tepat jam kantor. Saya rencana mau ke Bandung pake motor. Jujur saja saya gak punya SIM. Si motor pun punya spion tinggal satu sebelah kanan. Ditambah dengan motor yang berplat B, Jakarta. Sudah jadi rahasia umum kalo polisi mendadak tajam peglihatannya kalo lihat plat nomor bukan dari daerahnya. Kebayang khan kalo kena sama polisi bisa berapa lembar rupiah yang keluar. Bisa-bisa puasa satu bulan penuh kalo kena tilang.

Polisi juga selalu paling jago kalo nyari posisi buat nilang. Mereka melakukan operasi pas tepat setelah belokan jalan. Tujuannya tak lain tak bukan biar para pengendara motor merasa disergap tanpa bisa putar arah. Kejadian yang saya alami pun demikian. Untungnya sebelum belokan ada Kantor Kepolisian Resort (Polres). Waktu itu saya tenang saja mengendarai si kuda hitam tanpa rasa curiga. Tapi, karena ada satu keramaian yang tidak biasa saya pun mempelankan motor. Ternyata benar, ada razia kendaraan oleh kepolisian. Spontan saya pun langsung membelokkan motor ke halaman depan Polres. Karena bingung mau ngapain, saya lantas masuk saja ke dalam kantor.

Saya pura-pura mau bikin Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Hehe..

“Ada yang bisa saya bantu, Dek,” tanya pak polisi yang lebih mirip sebagai penerima tamu.

“Iya pak, e..anu..,” terus terang saya agak kehilangan ide, sebelum akhirnya memutuskan untuk menjawab, “kalo mau bikin SKCK dibagian mana ya pak?”

Pak polisi pun menunjukkan ruang itu. tanpa pikir panjang saya pun masuk dan bertanya-tanya soal pembuatan SKCK.

“Oh ya sudah pak. Makasih infonya, nanti saya penuhi dulu syarat-syaratnya.” Saya pun melenggang meninggalkan kantor kepolisian itu. Lantas belok arah menuju warung kopi menunggu razia usai.

Amazing khan? Hehe.. Ada beberapa keajaiban dari spontanitas tersebut. Pertama, saya jadi tahu apa itu SKCK dan syarat pembuatannya. Karena ternyata satu ketika saya membutuhkan surat tersebut untuk kepentingan pekerjaan. Kedua, imajinasi dan reflek kembali terasah. Saat terjebak dalam keadaan yang sulit, tindakan awal yang kita ambil menentukan masa depan kita. Hehe.. Itu namanya reflek. Kalo tindakan yang diambil diawal bagus, ya bakal bagus juga diakhir. Begitu pula sebaliknya. Dan ketiga, saya terbebas dari tilang. Ini poin yang paling penting. Kalo kena tilang khan bisa berabeh. Bisa ratusan ribu melayang. Mending buat nraktir si doi daripada nraktir polisi. Hehe..