Top of Mind

Posted on March 10, 2013

0



media komunikasi politik - created by kun ken (dok. klosetide)

media komunikasi politik – created by kun ken (dok. klosetide)

“Strategi menghasilkan merek, dan di pangsa pasar sekarang merek mengalahkan produk. Merek labih dari sekadar apa yang Anda makan atau minum atau sikat gigi Anda. Strategi merek merupakan rangkuman dari semua komunikasi Anda

Sergio Zyman, The End of Marketing as We Know It

Branding (merek) diyakini memiliki kekuatan superdahsyat dalam memengaruhi dan mengarahkan sikap serta perilaku konsumen dalam memilih. Brand adalah sarana komunikasi diri kepada masyarakat dalam rangka mempengaruhi massa (McQuail, 1987:56). Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali ditemukan brand yang berbeda-beda dengan produk yang sejenis. Sebut saja Aqua. Ingat air mineral kita pasti ingat Aqua. Padahal brand air mineral bukan hanya Aqua. Ada puluhan merek di pasaran, seperti Ades, Pure Life milik Nestle, dan lain sebagainya. Tetapi, mengapa brand Aqua lah yang muncul pertama kali dalam benak kita? Inilah yang disebut dengan top of mind.

Dalam dunia yang kian kompetitif sekarang brand ibarat nyawa. Bukan hanya menyangkut ranah industri saja, yakni yang melekat pada produk dagangan. Manusia, pun masuk dalam kategori produk. Begitu dahsyatnya arti sebuah brand sehingga Kenneth Roman dan Jane Maas melukiskannya seperti ini,

“Keajaiban merek dapat mengangkat produk menjadi sesuatu di atas hal biasa (Roman&Mass, 2005:3).

Brand menjadi sangat diperlukan karena ia sebagai penanda produk atau jasa serta pembeda dari pesaing. Ia adalah perpaduan antara seni dan komunikasi untuk menyampaikan sebuah janji, yang dibuat oleh ‘penyampai pesan’ kepada audiensnya. Maksudnya adalah sebagai perwujudan nilai dan visi dari orang tersebut. Inilah yang belakangan dikenal dengan sebutan Personal Branding (merek diri).

Fungsi brand adalah sebagai penyederhana informasi, komunikator, dan sebagai sarana untuk memudahkan keputusan pemilihan. Begitu pentingnya arti sebuah personal branding menjadikan para tokoh harus berpikir keras untuk berinovasi. Inovasi merek pribadi ini adalah harga mati jika menginginkan progresivitas. Dan, berbicara inovasi berarti berbicara soal ide—tokoh yang inovatif paham bahwa inovasi personal branding dimulai dari sebuah ide. Dan, salah satu strategi seseorang agar menjadi dikenal dan menjadi top of mind adalah dengan pencitraan lewat media visual.

Desain yang mewakili personal brand adalah juga strategi berkomunikasi. Komunikasi visual melalui media gambar cukup memberikan ampuhan kepada masyarakat. Di dalamnya mencakup juga soal ciri atau karakter sang tokoh yang termanifestasikan lewat kalimat singkat (tagline). Perpaduan gambar (design) dan slogan (tagline) diyakini akan mampu mengenalkan sekaligus menanamkan ketokohan seseorang dalam memori masyarakat. Oleh karena itu, marketing communication melalui personal branding diyakini akan menjadi oase di tengah tandusnya inovasi strategi komunikasi politik ketokohan dewasa ini.