Diorama 2 Hati

Posted on November 4, 2012

0



Diorama Surya Kencana

Seperti sepasang angsa putih yang merindukan telaga bening. Beriring bermain bersama ayunan air

Seperti dawai yang menjadikan gitar berirama. Larut terpetik lewat harmonisasi ritme melankolia

Seperti makna malam dengan rembulan tanpa sehelai benang menggores parasnya

Seperti tak sabarnya metamorfosis ulat jadi kupu-kupu

Itulah aku—yang denganmu menjadi kita

 

Kangen

Aku mendamba kaupun kuyakin jua

Usah kau tahan rasa kangen itu. Biar keluar

Ini bukan sesuatu yang kurang ajar. Sebab itu wajar

Bijaknya hati akan memahami. Jika Tuhan punya restu. Semesta pun membukakan jalannya

 

Berkelana ke dalam lamunan kian iris sepi

Serasa sentimentil

Bara ego pelan tapi pasti sulut hati

Jika tak berpadu semangat menjadi renta

Dan murung pun datang tak terbendung. Layaknya awan hitam yang menggumpal sehingga jadi mendung, namun tak jua turun bawa serta hujan

 

Diorama cinta

Rindu ukir renyai tawa

Isyaratkan sesuatu tentang legit asmara

 

Tanpamu, seperti menapaki hamparan tandus dunia

Bersamamu, kutitipkan sekantung bahagia

Posted in: Poem