Rahmatan lil ‘alamin

Posted on October 22, 2012

0



Berulang kali pertanyaan ini terngiang; Jika nanti kita sama-sama tua apa yang akan ditinggalkan kepada anak cucu kita? Cinderamata seperti apakah yang akan kita perlihatkan kepada kehidupan? Sekali lagi, kita pasti akan tua. Kita pun tentu mati nanti.

Jika selama hidup kita tidak berbuat apa-apa, ketika nanti mati pun kita tidak menjadi apa-apa—selain hanya bangkai yang tertinggal. Betapa macan lebih hebat dari manusia, karena ia mati menyisakan kulit belangnya yang tentu lebih berharga dari kita—yang mengaku mahluk paling sempurna.

Betapa ide, gagasan, persepsi, waktu, bahkan usia mungkin tidak nyata. Kita hanya mencari makna, sambil beride dalam hidup. We are nothing without idea.

Nikmatilah hidup yang luar biasa ini dengan beride dan berbagi. Mari sama-sama bercermin dan mencoba untuk bermakna. Jangan tunggu sampai tua karena tidak ada jaminan untuk itu.

Kita berpijak di atas bumi ini. Dan, tidak tumbuh di atas awan. Menjadi berkembang dan mengembangkan masyarakat sekitar adalah sebuah tanggung jawab. Segala yang tak terbagi akan hilang sia-sia. Dengan murah hati, seorang tidak akan menjadi miskin.

Dengan mengusung VISI Rahmatan lil ‘alamin, sudah sepatutnya kehadiran kita mampu menjadi berkah dengan memberikan banyak manfaat kepada tempat dimana kita berdiri.

Posted in: Contemplation