Perbenturan Kebodohan

Posted on June 1, 2012

0



Atas nama agama tak jarang kita berperang dengan saudara kita sendiri. Dibalik nama intelektualitas keilmuan individu kadang juga kita berdebat keras tanpa mau mengalah. Kita yang merasa bisa, tapi tak pernah bisa merasa. Kita yang sama-sama mendewakan isi kepala sendiri dan menganggap orang lain bodoh adalah kriminal.

Seringkali kita dibenturkan oleh sebab kebodohan kita sendiri. Bukan oleh kepintaran. Karena kepintaran tidak akan pernah bentrok dan bersinggungan, apalagi bersitegang. Mereka yang bersikeras dan kemudian bersitegang adalah mereka yang bodoh. Mereka egois atas nama pengetahuan sepihak mereka sendiri. Dan tak mau mengalah apalagi mendengar pendapat orang lain. Menganggap dirinya sendiri paling benar dan yang lain salah adalah kriminalisasi pengetahuan.

Satu hal saja, soal rokok. Barang yang satu ini begitu dicintai, dan tak sedikit pula yang membenci. Pro kontra pun tak jarang terjadi. Mereka yang tak merokok bilang jika para perokok itu bodoh dan egois. Buat yang merokok pasti tak mau dibilang seperti itu. Mereka pun tak mau kalah dan menyebut orang-orang yang berkendara mobil/motorlah yang bodoh karena asapnya yang polusi dan meracuni. Lalu, siapa yang sejatinya bodoh?

Pada akhirnya rokok memang jadi kambing hitam. Padahal soal polusi itu banyak kontributornya. Semisal asap kendaraan bermotor, asap pabrik, dan lainnya. Jakarta sumpek bukan hanya oleh asap rokok, tapi juga oleh banyaknya volume kendaraan bermotor. Tapi semua menjadi tertutupi oleh sebab sudah ada musuh bersama (public enemy), yakni rokok. Jika kita mau melihat lebih jauh lagi, rokok inipun yang mampu menjadi kontributor utama devisa negara.

Coba buka mata dan pikiran kita. Ada banyak makanan dan minuman yang merusak juga. Golongan makanan yang mengandung MSG (MonoSodium Glutomat) dan aneka minuman yang berkomposisi gula berlebih (softdrink) pun sama berbahayanya, bukan? Coba buka mata untuk buka dunia, sekali lagi.

Bangun! Sadarlah! Musuh sejati kita sejatinya bukanlah rokok, softdrink, fastfood, asap kendaraan, dsb. Musuh kita bersama adalah keegoisan dan kebodohan kita sendiri. Jangan hanya menuduh barang-barang tersebut menjadi kambing hitam. Jangan mau diadudomba oleh benda mati.

Dan, jangan merasa pintar dengan menuduh orang lain bodoh. Karena kita sama sekali tidak menjadi pintar oleh sebab menuduh kebodohan orang. Kambing hitamkanlah egoisitas intelektual kita, karena itu yang menyebabkan kita bodoh.