Maka Bersyukurlah

Posted on April 14, 2012

3



klosetide

Tiap dari kita, manusia, tentu diberi rasa untuk merasa. Ada manis, kadang pahit, terlalu asin, bahkan masam. Semua rasa terasa karena ada rasa untuk merasa.

Soal makanan misalnya. Apa makanan favorit Anda? Semua orang pasti punya makanan favoritnya masing-masing. Ada yang suka ayam, sayur, ikan, sup, kari, rendang, dan sebagainya. Bayangkan saat Anda mengecap makanan itu. Rasakan saat-saat lidah Anda menyentuh lembutnya hidangan, dan melumatnya. Tenggorokan terasa nyaman dan akhirnya mengenyangkan perut.

Soal hati. Tiap orang pasti ingin berpasangan. Itu sudah jadi kodrat bahwa manusia diciptakan berpasangan. Bercinta, tiap orang tentu mendamba. Tua muda, kecil besar, kaya miskin, semua ingin bercinta. Merasakan cinta juga adalah fitrah manusia. Coba Anda juga bayangkan saat-saat indah bersama pasangan dan memadu kasih dengannya. Indah terasa.

Kala mentari membuka hari. Merasakan kesegaran embun pagi. Menghirup udara pagi hari. Itu semua terasa sebab kita punya rasa. Dan, yang terpenting adalah kesehatan. Sehat adalah nikmat. Coba semua hal indah tadi harus dihadapi dalam keadaan sakit. Semua pasti menjadi tidak indak, tidak enak, serba salah, dan serba susah.

Makanan akan terasa lezat. Hadapi hari dengan percaya diri. Saling sayang dan mencintai. Jika semua terasa luar biasa nikmat, itu karena kita sehat.

Sudahkah kita syukuri itu?

Posted in: Contemplation