QUEEN The Legend

Posted on April 6, 2012

0



Inilah satu-satunya grup musik yang dinobatkan oleh Majalah Rolling Stone sebagai grup musik rock yang seluruh personelnya lulusan sekolah tinggi. Tidak hanya itu, pada Juli 2005, kali ini Guinness World Records yang mengumumkan bahwa Queen telah menyusul The Beatles dalam penjualan album paling sukses dalam sejarah musik Inggris.

Kuartet asal Inggris yang beraliran progressive rock, heavy metal, serta beragam aliran lainnya ini berhasil memadukan musik yang bombastis dan menciptakan permainan opera dengan alunan gitar dan teknik vokal yang fantastis. Tidak ada satu pun album Queen yang merupakan hasil rekayasa efek synthesizer. Origisinalitas Queen dalam bermusik patut diacungi jempol, sebab beberapa band hard rock pasca Led Zeppelin banyak yang mengandalkan bantuan efek synthesizer pada waktu itu.

Sang vokalis, Freddie Mercury lah yang mencoba membangkitkan karya musik Queen dengan bobot humor sentimentil dan aransemen yang mendekati aransemen musik klasik. Kombinasi yang cukup unik ini dapat didengar pada karya Queen berjudul “Bohemian Rhapsody”. Freddie memang seorang yang kontroversial. Tiap orang abad ini barangkali tahu bahkan familiar dengan lagu “We Are The Champion” milik Queen. Lagu wajib yang diputar dalam setiap kejuaraan olah raga manapun dan dimanapun. Tapi, tentu tak ada yang menyangka jika lagu tersebut ternyata adalah untuk memuji dan jadi pujaan kaum gay. “We Are The Champion” adalah hasil kreasi seorang Freddie Mercury yang seorang biseksual.

“..sepanjang waktu kamu mengenal Mercury sebagai sosok besar dan mumpuni, kami selalu mengaguminya” Begitulah nilai Brian tentang Freddie. Bahkan, Brian pernah membuat single yang konon ditujukan untuk dirinya yang berjudul “Too Much Love Will Kill You”.

Freddie memang dikenal sebagai sosok yang flamboyan, dinamis, pun karismatik. Ia turut memberi warna yang mencolok pada Queen, yang disebut sebagai band yang piawai mengolah tampilan musik yang dimiliki. Mahfum, jika Queen menjadi salah satu kelompok musik terkemuka di dunia pada pertengahan tahun 1970-an.

Melalui album berjudul ‘Jazz’, Queen pernah disebut-sebut sebagai band musik fasis. Meski kritik tajam datang menghujam, namun popularitas kelompok Queen tidak tampak terguncang. Pada penghujung tahun 80-an, kelompok yang digawangi oleh Freddie Mercury, John Deacon, Brian May, dan Roger Taylor ini tetap mempunyai pengikut yang fanatik, kecuali di negara Amerika Serikat.

The Journey

Adalah Roger Taylor dan Brian May, dua orang yang mengawali berdirinya Queen. Awalnya, pada tahun 1967, Roger dan Brian tergabung dalam kelompok musik beraliran rock psychedelic bernama ‘Smile’. Tim Staffel, vokalis utamanya, hengkang dari Smile pada tahun 1971. Dan, tersisan Brian dan Roger. Keduanya lalu membentuk kelompok musik bersama Freddie. Saat itu, Freddie sendiri merupakan mantan vokalis kelompok ‘Wreckage’.

Beberapa bulan kemudian, John Deacon bergabung sebagai pemain bass pada kelompok yang dibentuk Brian, Roger, serta Freddie dan mulai berlatih bersama. Freddie lalu merancang logo Queen menggunakan tanda-tanda zodiak kelahiran mereka masing-masing: dua peri baginya (Virgo), dua singa untuk Roger dan John (Leo) dan kepiting untuk Brian (Cancer). Dalam kurun waktu 2 tahun, setelah keempat personil menyelesaikan kuliahnya, mereka mulai menggelar sejumlah pertunjukan dan resmi bernaung di bawah label Queen.

Album pertamanya yang diberi tajuk “QUEEN”, dengan lagu andalannya “Seven Seas of Rhye”, benar-benar menghasilkan kesuksesan yang cukup memuaskan. Single tersebut sukses melesat ke tangga lagu Top Ten, di mana album “QUEEN II” berhasil mencapai tangga lagu urutan ke lima. Sebelum sampai di penghujung tahun 1974, Queen merilis album ketiga, yang diberi judul “Sheer Heart Attack”. Salah satu single di album tersebut, “Killer Queen”, berhasil menempati urutan ke dua tangga lagu di belantika musik Inggris, sekaligus menghantar album “Sheer Heart Attack” ke urutan yang sama.

Kesuksesan album tersebut menjadi pembuka jalan bagi kesuksesan album “A Night at the Opera” pada tahun berikutnya, tahun 1975. Queen bekerja sangat keras, mengeluarkan kocek besar, dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memproduksi album dengan lagu andalannya, “Bohemian Rhapsody”, yang memiliki nuansa selingan opera yang masih cukup kental dengan diselingi ciri khas musik metal. Queen membutuhkan waktu 3 minggu untuk merekam lagu tersebut, dan pengambilan suaranya pun sampai beberapa kali. Hasilnya tak sia-sia. Lagu ini berhasil menjadi single nomer satu dan bertahan selama 9 minggu di Inggris, serta memecahkan rekor sebagai single terlama yang berada di tangga lagu Inggris. Pada musim panas di tahun 1976, Queen tampil dalam konser gratis di Hyde Park, London dan konser ini berhasil memecahkan rekor jumlah pengunjung. Bombastis!

QUEEN menikmati kesuksesan di Inggris pada awal hingga pertengahan tahun 1970-an dengan album “QUEEN” dan “QUEEN II”. Mereka telah merilis lima belas album studio, lima album live dan sejumlah album kompilasi. Sejak kematian Freddie Mercury dan pensiunnya John, Brian dan Roger, dua personel tersisa, hanya sesekali tampil dalam acara-acara khusus dan program-program musik lain sebagai personel tamu.

Dalam masa jayanya, Queen berkali-kali dicatat dalam The Guinnes Book Of Record. Salah satu yang fenomenal dan legendaris adalah saat album-album Queen bertahan selama 1.332 minggu atau 27 tahun pada tangga lagu di Inggris. Rekor ini disebut-sebut tak mampu ditandingi legenda musik lain bahkan oleh The Beatles dan Elvis Presley sekalipun.

Sekali lagi, Queen tak pernah mati.

Posted in: Biography