QUEEN [Brian May]

Posted on March 29, 2012

0



Brian May lahir di Inggris pada tanggal 19 Juli 1947 dengan nama lengkap Brian Harold May. Selain musikus, dia juga adalah seorang astrofisikawan.

Seorang yang lebih dari sekadar pemain gitar. Dia adalah juga seorang pemain piano, produser, komposer, dan juga pencipta lagu. Perjalanannya bersama Queen dimulai sejak tahun 1969. Bergabung bersama Roger Taylor dan Freddie Mercury kemudian menyusul John Deacon, sepakat membentuk band beraliran heavy metal pada tahun itu. Dari sinilah 22 hits lahir dari kreativitas seorang Brian May dalam Queen. Di antara karyanya yang melegenda adalah lagu “We Will Rock You”, “The Show Must Go On”, “I Want It All”, “Who Wants To Live Forever”, dan “Save Me”.

Pada tahun 2005, Planet Stone menobatkan dirinya sebagai  gitaris ketujuh terbesar sepanjang masa. Wajar saja, jika hingga kini pun lagu dan gaya bermusiknya terus mempengaruhi generasi baru musik dunia. Sederet nama beken seperti Robbie Williams, Foo Fighters, Cliff Richard, Guns N ‘Roses, Diana Ross, dan Luciano Pavarotti pernah merasakan tangan dingin Brian.

A Man with Multy Talent

Ternyata kepiawaiannya tidak berhenti sampai disitu. Bersama Queen dia juga pernah ‘mencetak’ film besar, yakni Flash Gordon, dengan menampilkan hit “Flash”. Kemudian berlanjut dengan musik definitif untuk film “Highlander”. Brian kemudian memberikan kontribusi pada opera mini ‘Pinokio’ Steve Baron pada tahun 1996, dan pada tahun 1999 menyusun sebuah soundtrack film lengkap untuk film seni ‘Furia’, Perancis.

Kematian Freddie merupakan pukulan telak bagi Queen. Meski begitu, para anggota yang bertahan dari Queen, tak berhenti berkarya. Mereka, termasuk Brian, kemudian mendirikan Mercury Phoenix Trust (MPT), badan amal untuk membantu para penderita AIDS di seluruh dunia.

Sebuah komitmen yang konsisten untuk kesadaran AIDS terus dipimpin oleh Queen. Hal ini kemudian menjadi kekuatan pendorong dalam kampanye ‘46664’ untuk Nelson Mandela Foundation. Brian terus dalam perannya sebagai duta besar dan peserta dalam seri konser 46664 internasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran AIDS di seluruh dunia.

The Professor

Pada bulan Desember 2005, Brian mendapat gelar kehormatan ‘Commander British Empire’ (CBE) dari Kerajaan Inggris atas jasanya untuk industri musik internasional. Dengan itu, dia resmi bergelar ‘Sir Brian May’.

Mempertahankan minat di Astronomi, Brian masih sebagai kontributor reguler untuk “The Sky at Night” sebuah ilustrasi astrofisika buku Sejarah Lengkap Semesta berjudul ‘BANG!’, yang pertama diterbitkan pada tahun 2006.

Meskipun sudah divonis ‘Cum Laude’ dari Universitas Hertfordshire, Liverpool, tak lantas membuat dirinya berhenti meneruskan dunia akademisi. Pada tahun 2007, setelah istirahat 30 tahun mengejar karir musiknya, Brian kembali ke Imperial College, London, untuk menyelesaikan utang studinya mengerjakan Tesis Doktor di Astrofisika. Akhirnya gelar PhD penuh diraihnya pada tahun 2007.

Saat ini dia adalah seorang Rektor pada Liverpool John Moores University dan bergelar PhD untuk ilmu yang sama. Seorang pemusik yang ‘berilmu’.

Posted in: Biography