QUEEN [John Deacon]

Posted on March 25, 2012

0



Dialah ‘The Invisible Man’ dalam Band Legendaris ‘Queen’. Bukan karena kurang kontribusi. Tapi, dia memang seorang pemuda yang pemalu dan kalem.

“They didn’t make a lasting impression on me” Itulah kata John soal Queen pada awalnya.

Tapi beberapa bulan kemudian, tepatnya pada awal 1971, John dikenalkan kepada Brian May dan Roger Taylor. Inilah awal ketertarikan John dengan Queen.

Gaya bermainnya dipengaruhi oleh The Beatles. Wajar saja, dia menggandrungi band yang digawangi oleh John Lennon itu. Iseng-iseng nge-band dengan menjadikan garasi rumah sebagai studio mini dia pun beranjak profesional. Pada usia empat belas John mulai merintis karier bermusiknya dengan membentuk band pertamanya, Oposisi. Petualangannya tak berhenti disitu. Pada Oktober 1970, John berkelana dan menemukan Queen. Inilah pertemuan John dengan Queen.

John Deacon resmi direkrut oleh Queen pada tanggal 1 Maret 1971setelah melalui proses panjang. Hingga sampai akhirnya dia sampai di sebuah ruang kuliah di Imperial College di mana Queen berlatih. Dan, saat itulah dia resmi menyandang predikat sebagai Basist Queen.

John mungkin tidak setenar Brian May atau bahkan Freddie Mercury. Karena, diantara keempat personel Queen lainnya, cuma dia yang paling tidak populis. Dia jarang terlihat didepan publik. Jarang kita melihatnya semisal dalam sesi wawancara, dan memang tidak pernah benar-benar dalam pemberitaan.

Gaya bermainnya pun sangat tenang dan kalem. Jauh dari kesan rocker ataupun pemusik kelas dunia yang selalu atraktif dan arogan.

“Karena John kalem dan diam, dia akan cocok dengan kita tanpa pergolakan terlalu banyak,” sampai-sampai Roger berkata demikian.

Sekali lagi, dia sangat santun di panggung. Mungkin karena itu, dia lolos dalam perekrutan personel Queen yang waktu itu telah dihuni oleh Roger Taylor, Freddie Mercury, dan Brian May. Gaya yang patut ditiru oleh pemusik jaman sekarang yang lebih mengedepankan style dan dandanan ketimbang kualitas bermusik.

Muda dan Berkualitas

Dialah anggota termuda dan terakhir dari Queen. Saat itu usianya baru menginjak 19 tahun. Tapi, usia muda bukan berarti minim kemampuan. Justru dialah pemain bass handal pada saat itu. Lagu hits Queen yang turut disumbang olehnya salah satunya adalah ‘Another One Bites The Dust’ dan ‘I Want To Break Free’. Dua lagu yang berirama agak ‘nyeleneh’ dari genre musik Queen yang pop&rock.

Pria yang lahir pada tanggal 19 Agustus 1951 di Leicester ini bernama lengkap John Richard Deacon. Dia seorang tamatan Chelsea College of Science&Technology, London dengan gelar Sarjana Elektronik. Siapa sangka jika dia juga piawai dalam bermain musik, terutama alat musik ‘Bass’.

Gitar pertama John Deacon adalah sebuah Red Plastic “Tommy Steele” khusus, yang diberikan oleh orang tuanya ketika usianya baru tujuh tahun. Ayah John, Arthur, turut mengenalkannya pada musik. Dari sekadar hobi, John lantas serius menekuni hobinya ini. Inilah passion-nya yang kemudian menjadi kariernya.

Penampilan terakhir John di atas panggung bersama Queen, yakni saat konser amal AIDS yang didedikasikan untuk mendiang Freddie Mercury di Paris Nasional Théâtre de Chailioton pada 17 Januari 1997. Saat itu dia membawakan lagu ‘The Show Must Go On’ bersama dengan Elton John.

Kini, setelah pensiun dari Queen, John menikmati waktunya istri dan keenam anaknya. Tentu, ini bukan cara yang buruk untuk menghabiskan masa pensiun seorang pemusik legendaris sepertinya.

Posted in: Biography