*Apresiasi Jabar Untuk Wirausaha

Posted on March 19, 2012

0



Bermula pada tahun 2009, yang menjadi Tahun Indonesia Kreatif (TIK), dunia wirausaha mulai serius digalakkan. Menindaklanjuti pertemuan di Jepang pada tahun 2008 kala itu, Indonesia kemudian membuat gebrakan dengan mencanangkan TIK dengan Bandung sebagai Pilot Project-nya. Inilah langkah awal dan bukti komitmen pemerintah dalam dunia wirausaha dengan menjadikannya sebagai salah satu pilar pembangunan nasional. Dunia kewirausahaan memang tengah diminati di Indonesia kini meski peminatnya dirasa masih sangat jauh dari ekspektasi.

Tahun 2012 ini Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan merealisasi empat agenda prioritas dalam mendorong dunia wirausaha. Empat agenda prioritas tersebut antara lain; menyiapkan koperasi untuk go internasional, memberikan pendampingan, memperluas akses pembiayaan, dan meningkatkan kualitas (Bisnis Indonesia, 04/01/2012). Agaknya semangat tersebut diamini juga oleh Pemerintah Jawa Barat. Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, menyatakan bahwa Jabar sangat membutuhkan hadirnya lebih banyak pengusaha dan para wirausaha muda, terutama dari kalangan intelektual.

Secercah asa bagi dunia wirausaha (entrepreneurship) muncul ditengah masifnya serbuan teknologi informasi yang menuntut pola hidup instan. Gubernur Jabar juga mendorong para mahasiswa untuk mandiri lewat dunia wirausaha. Kini dunia wirausaha bukan hanya milik orang-orang yang telah lulus dari pendidikan tinggi semata. Bagi mereka yang masih berstatus mahasiswa juga didorong untuk sudah mulai merintis usaha. Inilah wujud konkrit dari semangat Jabar dalam upayanya mengapresiasi dunia wirausaha yang geliatnya mulai terasa kuat di Tatar Pasundan ini.

Konteks Jawa Barat

Sejauh ini posisi dan peran UMKM di Jawa Barat merupakan pelaku ekonomi yang cukup dominan, yakni 99.9% dari total pelaku usaha, dengan daya keterserapan sekira 87.12% dari total pekerja. Hal tersebut memberikan kontribusi yang cukup besar (lebih dari 60%) terhadap PDRB Jawa Barat (Dinas KUMKM Jabar, 2011). Besarnya peran KUMKM tersebut tidak linear dengan produktivitasnya. Rendahnya produktivitas tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, yakni antara lain soal kelemahan akses terutama terhadap sumber daya manusia, permodalan, teknologi, pasar, bahan baku, dan tempat usaha. Hal ini tentu bukan mutlak menjadi sesuatu yang sulit dipecahkan. Sampai pada tahap ini, peran aktif Pemerintah Daerah Jawa Barat dan kerjasama seluruh pihak (stakeholders partnership) dalam memfasilitasi KUMKM strategis dilakukan.

Anugerah Enterpreneurship Development yang disandangkan oleh Menteri Koperasi dan UKM kepada Gubernur Jawa Barat sebagai kepala daerah terbaik dalam pengembangan kewirausahaan tahun 2011 lalu. Penghargaan tersebut diberikan atas dasar komitmen Jawa Barat dalam mencetak 300 wirausahawan baru pada tahun 2011. Pemerintah Daerah Jawa Barat memang tidak main-main soal ini. Kucuran dana Rp. 200 miliar yang dialokasikan untuk pembiayaan, pengembangan pasar, produksi, teknologi, aspek legal, sertifikat halal, pengembangan dan pelatihan sumberdaya manusia KUMKM, adalah bukti konkrit keseriusan pemerintah daerah dalam pengembangan KUMKM di Jawa Barat.

Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga ditunjukkan lewat dukungannya terhadap Program Gerakan Kewirausahaan Nasional dengan tema “Sejahterakan Masyarakat dengan Berwirausaha” yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Pusat. Lebih lanjut lagi, saat ini hampir sekira 80% lapangan kerja yang ada di Jabar diserap oleh sektor UMKM (Disnakertrans Jabar, 2011). Agaknya wajar jika memang sektor ini mendapatkan porsi tersendiri dalam upaya menumbuhkembangkan dan memperkuat peran KUMKM dalam pertumbuhan perekonomian daerah. Apalagi saat ini, jumlah wirausahawan di Jabar belum mencapai titik ideal 2-4%, yakni baru hanya 0,2% dari jumlah penduduknya.

Semoga hal ini menjadi momen yang mampu melahirkan semangat baru bagi Jawa Barat dalam membangun masyarakat wirausaha di daerahnya. Semangat tersebut wajib dimanifestasikan ke dalam kerja nyata agar KUMKM mampu hidup, maju, dan berkembang. Karena tak dapat dipungkiri lagi jika majunya dunia wirausaha dapat menjadi penopang perekonomian daerah juga bangsa. Untuk itu, brand image Jawa Barat sebagai daerah penggiat wirausaha nomor satu di Indonesia perlu digalakkan.

 

*Diterbitkan dalam “Buletin Gedung Sate” Media Informasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Edisi 1/XIII/2012.

http://klosetide.com/?p=1584