Is Your Life Complete?

Posted on January 25, 2012

6



Life is choice. Begitulah hidup. Kita, manusia, pasti akan selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan dalam menjalani hidup. Mereka yang memilih hidup, dilahirkan di muka bumi ini, berarti mereka memilih resiko. Hidup ini tidak nol resiko tentu. Akan selalu ada resiko dibalik pilihan yang diambil. Hindari atau hadapi?

Life is so complete. Ada senang ada duka. Ada tawa ada juga air mata. Ada halangan ada pula kemudahan. Kadangkala jatuh, terkadang kita berhasil. Dari semuanya itu, selalu akan ada resiko dan tantangan yang senantiasa mewarnai perjalanan hidup manusia. Is your life complete?

Resiko, Gagal, Salah, dan Harapan
Resiko bukan untuk dihindari, melainkan untuk dihadapi. Seringkali sebagian orang enggan dalam menghadapi resiko dan memilih untuk cari aman. Satu hal yang mempengaruhinya adalah soal rasa takut. Disinilah ketidakmengertian kita akan arti dosa dan salah. Jika itu dosa, maka kita wajib takut dan jangan dilakukan. Tapi, jika itu sebuah salah, maka kita tidak usah takut melakukannya. Barangkali pemahaman kita akan dosa atau salah tersebut yang perlu dipahami.

Pribadi yang luar biasa bukanlah pribadi yang takut salah, tapi pribadi yang berani memperbaiki kesalahan sehingga itu tidak berulang. Disinilah guna dari masa lalu. Dalam menatap masa depan manusia dibekali dengan spion, yakni masa lalu. Ibarat berkendara sepeda motor, spion adalah elemen inti yang selalu dilihat oleh pengendara yang akan berbelok. Dalam hidup, masa lalu itu adalah spion. Menghindari atau menghadapi tentu adalah hasil akhir yang prosesnya adalah melihat ke belakang dengan menggunakan spion masa lalu agar kita terhindar dari kecelakaan masa depan.

John Maxwell pernah berkata, “Jika Anda tidak pernah berbuat salah, itu berarti Anda tidak berani mengambil resiko”. Inilah manisnya kesalahan. Sekali lagi, dosa itu haram dan salah itu tidak haram. Silakan salah, karena dari kesalahan kita dapat mengambil hikmah dan belajar. Soal resiko, itu adalah pemanis hidup juga sebagai batu loncatan manusia untuk naik kelas. Harusnya kita menganggap jika resiko itu adalah gadis cantik atau pria rupawan, sehingga ia memacu kita untuk mendekati, bukan malah menjauhinya. Anggapan kebanyakan orang akan resiko adalah setan atau bahkan sesuatu yang menyeramkan yang harus dihindari. Padahal itu salah besar.

Salah itu lumrah. Dan, gagal itu wajar. Belajar dari suatu kegagalan dan kesalahan berarti belajar memupuk harapan. Bukan harapan jika di baliknya tak ada batu sandungan. Jangan takut gagal karena tingginya harapan. Kita akan mampu menghargai harapan justru dari kegagalan. Karena berani berharap harus juga berani gagal. Adalah satu tindakan pengecut jika kita tak mampu berharap dan tak mau menanggung kegagalan. Yakinlah akan pertolongan Tuhan, sebab seorang yang besar adalah mereka yang bisa lebih besar dari masalah yang besar. Dan, seorang pemenang adalah dia yang bisa menerima kegagalan di atas besarnya harapan. Resiko, gagal, salah, dan harapan adalah komposisi kesuksesan. Believe!

Jangan menyerah dan terus hadapi segala resiko yang ada di depan kita. Catatlah kegagalan dan jadikan itu sebagai resep kesuksesan.

Orang sukses gak nyerah, orang nyerah gak sukses.

Advertisements
Posted in: Inspirational