Pendakian Gn. Sumbing-Sundoro (Part. 2)

Posted on January 11, 2012

0



Hari Ke-1 (Sumbing)

Gunung Sumbing menjadi pilihan pertama. Kita memilih Gunung Sumbing sebagai yang pertama didaki karena beberapa pertimbangan. Pertama, Sumbing memiliki ketinggian yang cukup mumpuni jika dibandingkan dengan Sundoro—Sumbing merupakan gunung kedua tertinggi di Jawa Tengah setelah Gunung Slamet, 3.428 MDPL. Kedua, medan pendakiannya lebih menantang dan lebih sulit jika dibandingkan dengan Sundoro atau gunung-gunung lainnya di Pulau Jawa. Menurut cerita Gunung Sumbing yang terletak di Kabupaten Wonosobo adalah gunung dengan grade-9 (grade=1-10), jika dilihat dari tingkat kesulitan medan pendakiannya.

Kita sampai di Kabupaten Wonosobo pada dini hari tanggal 2 Agustus 2008. Perjalanan kita lanjutkan setelah sebelumnya bermalam di Masjid Al Falah, beberapa kilometer sebelum base camp Sumbing. Sepanjang perjalanan menuju base camp kami disuguhi dengan pemandangan yang begitu menawan. Hamparan ladang tembakau di antara dua gunung kembar tersebut, ditambah dengan udara sejuk yang terus berhembus membuat mata kita tak henti-hentinya berkeliling. Sungguh sebuah pemandangan yang begitu eksotik menurutku. Setelah berjalan kaki sekira 3 KM, kita pun sampai di base camp pendakian Gunung Sumbing tepat pukul 06.30 WIB pagi.

Kedamaian begitu terasa sesaat setelah kita menginjakan kaki di Desa Garung, sebuah desa kecil di kaki Sumbing. Keramahan terpancar dari setiap wajah yang kutemui. Senyuman yang tulus menyambut kedatangan kita. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri, dan bagiku itu merupakan suatu ciri khas yang mungkin tidak dimiliki daerah lain. Sejuknya udara pagi dan siraman sinar mentari yang keluar dari sela-sela dedaunan membuatku merasa betah. Aku ingin menikmati romantisnya. Namun, sesaat kemudian aku tersadar bahwa di atas sana pemandangan yang lebih indah akan segera kutemui. Sungguh suatu pagi yang indah, yang sayang untuk dilewatkan.

 

bersambung…

Posted in: Expedition