Mengurai Benang Kusut Korupsi

Posted on December 20, 2011

0



Perlu adanya langkah konkret dari semua pihak untuk mengatasi kejahatan ini. Tanpa adanya usaha yang nyata, maka kejahatan ini tidak akan kunjung berakhir, sedangkan hal tersebut berdampak sangat luas bagi masyarakat. Saya membaginya ke dalam dua aspek, pertama adalah dari aspek aliran dalam filsafat dan yang kedua adalah dari aspek realitas yang ada dalam masyarakat.

Pertama, jika ditinjau dari segi aliran dalam filsafat, seperti yang telah dijelaskan di atas, maka aliran materialisme harus diimbangi dengan aliran spiritualisme. Dalam aliran ini disebutkan bahwa kehidupan fikiran, moral dan agama itulah yang mempengaruhi manusia, bahkan hal itu dapat mempengaruhi kehidupan ekonominya. Begitu kuatnya pengaruh dari aliran spiritual ini diharapkan akan mampu untuk mengatasi kuatnya juga aliran materialisme. Karena segala sesuatu yang berhubungan dengan materi harus dihadapi dengan moral dan pikiran. Agama juga sangat berperan dalam melawan aliran ini. Dengan mengingat dan mengenal Tuhan, manusia diharapkan mapu mengontrol dirinya untuk tidak berbuat kejahatan, termasuk di dalamnya korupsi. Manusia spiritualis akan cenderung untuk lebih memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan spirit atau moral dari pada hal-hal yang bersifat duniawi atau materi semata.

Kedua, yaitu dari realitas yang ada dalam masyarakat. Adanya langkah nyata dari semua pihak, bukan hanya pemerintah, sangat diperlukan di sini.karena, yang perlu diingat adalah bahwa korupsi merupakan kejahatan yang dilakukan secara bersama-sama bukan oleh satu dua orang saja. Banyaknya lembaga atau badan yang menangani kasus korupsi tidak menjamin kejahatan ini dapat segera teratasi. Perlu adanya peran serta dari masyarakat juga. Pemberantasan tindak pidana korupsi yang selama ini dilakukan adalah secara konvensional. Cara tersebut nampaknya mengalami berbagai hambatan, sehingga perlu adanya metode penegakan hukum secara luar biasa—karena korupsi adalah termasuk kejahatan luar biasa. Caranya adalah melalui pembentukan badan khusus dengan kewenangan luas, independen, serta bebas dari kekuasaan manapun yang pelaksanaannya dilakukan secara optimal, intensif, efektif, profesional serta berkesinambungan.

Adanya penegakan supremasi hukum juga sangat diperlukan, karena hukum yang berlaku sekarang di Indonesia sangatlah lemah, terbukti dengan sedikitnya koruptor yang dapat terjerat oleh hukum jika dibandingkan dengan kasus yang ada. Mengenai waktunya sampai kapan tindak pidana korupsi ini bisa teratasi, itu semua tergantung dari semua pihak apakah bersedia untuk bersama-sama satu visi dalam mengatasinya. Dengan dua aspek tersebut di atas diharapkan akan dapat setidaknya sebagai sarana pencegahan sebelum mengarah pada sesuatu yang lebih fatal lagi. Akan tetapi, itu semua tergantung dan kembali lagi kepada niat dari masi-masing pihak untuk mengatasinya.

Posted in: Article, Bureaucrazy