Era Boy-Girl Band

Posted on November 27, 2011

4



Remaja Indonesia jelas tak punya ciri kini. Mereka kini berkiblat ke Timur dan tak lagi ke Barat memang. Bukan soal tata krama ke-Timuran atau budaya ke-Timuran, tapi soal gaya hidup atau lebih tepatnya trend. Timur yang dimaksud adalah Korea.

Berawal dari drama-dramanya, kemudian diikuti oleh trend musiknya. Masifnya gempuran produk Korea Selatan mengakibatkan negeri tetangga Korea Utara ini kini tengah menjadi sorotan juga patron dunia, tak terkecuali Indonesia. Menjamurnya boy band dan girl band di Indonesia jelas hanya sekadar ikut nimbrung negeri ginseng tersebut. Korean Pop (K-Pop) atau Musik Populer Korea Selatan yang menyajikan musik pop yang dipadukan dengan tarian (dance) menjadi trend anak muda jaman sekarang. Nama-nama girl band dan boy band seperti SNSD, Super Junior, 2 PM, Big Bang, 2 NE 1 dan sebangsanya bermunculan belakangan ini. Dan, Korean Wave benar-benar telah mendemamkan dunia remaja.

Remaja masa kini Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan nama-nama seperti SM*SH, XO-IX, Cherry Belle, 7 Icons, dan sederet boy-girl band Indonesia lain. Di Indonesia sendiri sebetulnya boy-girl band sudah mulai muncul tahun 90-an. Nama-nama seperti Trio Libels, ME, Bening dan sebagainya pernah menjadi idola anak muda dulu. Tapi, popularitas itu tidak lama. Hanya hitungan tahun nama-nama itu hilang perlahan seiring dengan kemunculan musik melayu yang dipelopori oleh ST 12, Armada, Kangen Band dan lain-lain yang akhirnya menjadi booming kala itu. Tapi, lagi-lagi itu tidak lama, oleh sebab bermunculannya drama dan musik Korea musik melayu pun akhirnya sirna jua dan berganti dengan K-Pop.

Nampaknya jika dibongkar otak dan bahkan darah remaja negeri ini kini hanya berisi serba Korea. Drama lah, musik lah, dandanan lah, muka yang dimirip-miripkan lah, semuanya jatidiri Korea. Atas nama eksistensi mereka latah. Sekarang, jika Anda memiliki muka yang agak cute, kulit putih, mata agak sipit, dan bisa dance bisa jadi sebentar lagi Anda akan dilirik oleh para talent scouting untuk dijadikan boy-girl band. Anda pasti dijamin cepat kaya dan bermandikan popularitas. Tapi, jelas Anda miskin jatidiri. Bahkan yang lebih mencengangkan lagi adalah bukan hanya remaja usia belasan saja yang ikut-ikutan seperti itu, anak-anak usia 7-10 tahun alias usia Sekolah Dasar pun telah latah. Anak-anak yang rata-rata usianya masih seumur jagung sudah ikut latah ber-boy-girl band ria. Inilah Generasi Indonesia kini. Generasi Ekor yang hanya puas jadi ekor.

Ditengah ekorisasi yang kian menggila dan membabibuta ini, pesan saya untuk generasi muda bangsa adalah : “Beranilah punya ciri. Biar miskin harta yang penting kaya jatidiri”. Pesan saya untuk pemerintah : “Bukan hanya remaja yang kumpul atau kongkow saja yang diwaspadai, bisa jadi ada efek yang lebih bahaya dari hanya sekadar memakai narkoba berjamaah”. Dan pesan saya untuk ibu-ibu adalah “Awasi anak-anak Anda jika memiliki komunitas lebih dari 5 orang, karena bisa jadi anak-anak Anda membuat boy-girl band”. Terimakasih.