Pendakian Gn. Slamet 3.428 MDPL (Hari Ke-3)

Posted on September 12, 2011

0




Suara adzan subuh membangunkan kami dari tidur. Segeralah kami mengambil air wudlu dan sholat subuh. Setelah semua selesai, kami kembali ke terminal dan menunggu angkot. Beberapa menit kemudian kami pun naik angkot jurusan Bobotsari Purbalingga. Ongkosnya waktu itu Rp. 7000,-, dan perjalanan memakan waktu sekira satu jam. Kemegahan Gunung Slamet menemani sepanjang perjalanan kami. Perjalanan yang begitu berbeda dibandingkan dengan hari sebelumnya yang monoton. Setelah sampai pada daerah yang dituju, kondektur pun langsung mengingatkan kami. “Mas sudah sampai.” kata kondektur.

Sesuai dengan petunjuk orang yang kutanyai semalam, kami nail mobil pick-up pegangkut sayur sampai ke base camp Slamet. Setelah sempat tawar menawar akhirnya kami bersepakat bahwa ongkos perorangnya Rp. 10.000,- untuk sampai kaki Slamet. Kali ini perjalanan semakin menarik. Kami disuguhi dengan pemandangan yang sangat menawan hati. Perjalanan yang memakan waktu sekira satu jam lebih membuat pikiran kami menjadi fresh. Kami pun sempat berbelanja di pasar Bambangan—salah satu pasar di Kabupaten Purbalingga—membeli sayuran dan bahan makanan lain.

Sepanjang perjalanan tampak Gunung Sundoro-Sumbing dari kejauhan. Kami serasa berjalan di atas awan dan kedua gunung tersebut terlihat kecil menyembul di balik lautan awan. Daerah yang berbukit-bukit dengan hamparan hutan yang hijau terus menjadi santapan pagi kami. Udara pegunungan yang segar membuat kami merasa nyaman untuk bernafas, berbeda sekali dengan kondisi kota-kota besar di Indonesia. Tak terasa, kami pun sampai di daerah Bambangan. Mobil pick-up yang kami tumpangi tepat berhenti di salah satu rumah warga yang telah menjadi base camp pendakian.

Tepat pukul 07.00 WIB pagi kami sampai, dan untuk sejenak kami langsung mengurus perijinan sembari menghisap satu batang rokok. Saat itu, aku menerima kabar bahwa tim Jakarta sudah mulai naik dari malam kamarin. Aku berharap bisa bertemu dengan mereka sebelum Pos 2. aku yakin dengan fitnya fisik kami akan dapat mengejar mereka. Setengah jam berlalu dan kami pun siap untuk segera memulai pendakian. Sebelumnya, aku memimpin doa untuk keselamatan pendakian kami, dan agar restu-Nya senantiasa menyertai perjalanan kami.

bersambung…

Posted in: Expedition