Menuju Masyarakat Cerdas

Posted on July 29, 2011

0



Membaca, Gerbang Menuju Kekayaan Imajinasi

Perkembangan zaman turut andil bagian dalam sepinya dunia perpustakaan. Rendahnya minat masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan sedikit banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi informasi. Perkembangan informasi yang dibalut apik oleh teknologi terbukti mampu menyihir masyarakat. Belakangan ini, masyarakat cenderung lebih memilih mengakses informasi dari internet daripada harus berkunjung ke perpustakaan. Pola akses informasi melalui internet lebih diminati karena lebih cepat dan tak butuh waktu lama. Hal tersebut tentunya perlu mendapat perhatian lebih bagi insan perpustakaan.

Menilik pada peran perpustakaan, yakni sebagai fungsi edukatif, penelitian, pelestarian dan keberdayaan bangsa, maka sejatinya perpustakaan haruslah menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat dalam mengakses informasi. Namun, apa yang terjadi sekarang justru berbeda. Perpustakaan yang sering kita sebut sebagai gudang ilmu kini hanya tinggal kenangan. Masyarakat cenderung lebih memilih, semisal warung internet (warnet) yang kini menjamur sampai ke pelosok negeri sebagai peraduan dalam mencari ilmu. Di warnet seseorang dapat dengan mudah mendapatkan apa saja informasi yang dibutuhkannya. Hanya dengan sekali klik informasi dari mana dan kapan saja dengan cepat tersaji di depan mata.

Fakta empiris lain juga menunjukan bahwa letak dari perpustakaan pun berpengaruh bagi masyarakat dapat mengakses informasi. Daya jangkau masyarakat terhadap perpustakaan haruslah diperhatikan. Alangkah lebih baik jika perpustakaan berlokasi di tempat strategis. Lokasi ini harus benar-benar terjangkau oleh masyarakat pengguna. Adanya layanan mobil perpustakaan barangkali merupakan strategi dalam mendorong minat baca masyarakat. Tujuan awalnya adalah agar masyarakat yang ada di pelosok desa pun dapat memanfaatkan layanan perpustakaan keliling ini. Akses masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan dan membaca dipermudah dengan adanya layanan tersebut. Namun, lagi-lagi kurangnya fasilitas dalam mobil layanan tersebut juga akan berpengaruh terhadap minat masyarakat dalam mengaksesnya.

Keberadaan perpustakaan sebagai wadah informasi, baik dalam bentuk karya cetak maupun karya rekam bahkan dalam bentuk digital, yang dapat digunakan oleh masyarakat menjadi sesuatu hal yang dirindukan. Model perpustakaan yang mampu menyeleksi informasi yang kemudian dikemas secara proporsional dan profesional agar berdampak positif bagi masyarakat pengguna sangatlah dirindukan. Karena dengan itu akan tercipta masyarakat cerdas yang cinta perpustakaan. Hal ini sesuai dengan amanat UU No.43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan dan UU No.4 Tahun 1990 tentang Wajib Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam.