Komunikasi Kita

Posted on July 7, 2011

4



Perlu digarisbawahi di sini adalah bahwa bicara bukan hanya diperlukan oleh orang-orang yang duduk di parlemen. Seringkali kita beranggapan demikian. Akan tetapi, bicara juga menjadi kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap orang di muka bumi ini. Penelitian menunjukkan bahwa 75% waktu bangun kita berada dalam kegiatan komunikasi. Bicara menunjukkan bangsa, bicara mengungkapkan jati diri seseorang, dan bicara dapat menciptakan peradaban. Untuk itu, berbicara sangat penting dan kemampuan berbicara yang baik memerlukan pengetahuan dan latihan.

Kecemasan Komunikasi (KK)

Kecemasan Berkomunikasi adalah ’sandungan’ bagi seseorang yang akan berbicara di depan umum. Terdapat beberapa istilah dalam memahami gejala ini : demam panggung (stage fright), kecemasan berbicara (speech anxiety), atau stres kerja (performance stress). Adanya pengawasan dari orang lain dapat menyebabkan gejala ini muncul. Menurut para psikolog, semua gejala itu adalah reaksi alamiah kepada ancaman. Ketika seseorang menghadapi ancaman, maka ia akan bersiaga untuk melawan (fight) atau melarikan diri (flight). Seluruhnya adalah upaya tubuh untuk menyesuaikan diri terhadap ancaman. Perilaku tersebut biasa dinamakan sebagai sindrom mekanisme penyesuaian (general adaptation syndromes). GAS tidak mungkin untuk dihilangkan. Tetapi, kita dapat mengendalikannya.

Sebabnya antara lain adalah :

Pertama ; Tidak mengetahui apa yang harus diucapkannya. Seorang pembicara tidak tahu apa yang harus disampaikan kepada penontonnya. Ia tidak mampu merespon keinginan dari pendengarnya. Obat dari sindrom yang pertama ini adalah latihan dan pengalaman. Dale Carnegie mengatakan bahwa, ”Lakukan apa yang Anda takut melakukannya”. Jika Anda adalah orang yang takut berbicarta di depan orang, maka berbicaralah di depan banyak orang.

Kedua ; Seseorang tahu bahwa ia akan dinilai. Rasa nervous akan muncul manakala kita mengetahui bahwa kita akan dinilai. Ada dua kemungkinan ketika kita tahu akan dinilai, yaitu apakah penilaian akan mengangkat dirinya ataukah akan menjatuhkannya. Namun, seseorang cenderung memperhatikan yang kedua. Bagaimana nantinya ketika ucapannya tidak didengar oleh orang lain? Alangkah malunya jika kita ditertawakan oleh orang lain? Hal-hal seperti itu senantiasa mebayangi seseorang dalam berbicara. Padahal, seandainya penyampaian kita gagal, kita tidak akan dinilai serendah itu. Namun, terkadang kita lebih memikirkan hal-hal tersebut ketimbang memikirkan isi atau pesan yang akan disampiakna ketika berbicara.

Ketiga ; KK dapat menimpa bukan hanya pemula,bahkan mungkin orang-orang yang sudah berpengalaman.hal ini biasanya terjadi karena si pembicara dihadapkan pada situasi yang asing dan ia tidak siap. Bagaimana ketika ia harus berbicara mengenai persoalan yang Anda sendiri tidak mengetahuinya. Sedangkan ia tidak mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan persiapan.

Itulah beberapa hal yang melatarbelakangi kecemasan dalam berkomunikasi. Sekarang, singkirkan semua ketakutan dan mulailah berbicara.

Posted in: Article