IndonEthiopia

Posted on July 2, 2011

0



Negeri gersang di Afrika sana. Negara yang tak pernah lepas dari kelaparan, kemiskinan, dan kekeringan. Dan, bangsa yang bising sebab rintihan lapar berjuta rakyatnya. Itulah Ethiopia.

Negeri dengan ibukota Abbesinia tak lebih dari sekadar parade tulang belulang. Di sana orang-orang menunggu mati. Kelaparan menjadi menu sehari-hari. Deru napas rakyatnya kencang bak satu squadron pesawat tempur. Benar-benar tiada arti nyawa di sana. Tak akan kering air mata jika terus membicarakan soal negeri yang satu ini. Hitam kulit sehitam nasib.

Melamunkan Ethiopia bagai membuka buka cerita duka lara. Pun, melihat bangsa Indonesia, sejenak teringat Ethiopia. Kesamaan mudah ditemui di antara keduanya. Kelaparan yang mendera rakyatnya, kemiskinan yang menggurita, dan sederet persoalan yang menggila. Hanya ada satu beda, yakni soal sebab. Mereka lapar karena tiada, sedangkan kita lapar sebab kerakusan penguasa.

Dengar rintihan berjuta kepala
Waktu lapar menggila
Hamparan manusia tunggu mati
Nyawa tak ada arti
Kering kerontang meradang
Entah sampai kapan... "Iwan Fals-Ethiopia"