The Power of Branding

Posted on May 26, 2011

2



“Strategi menghasilkan merek, dan di pangsa pasar sekarang merek mengalahkan produk. Merek labih dari sekadar apa yang Anda makan atau minum atau sikat gigi Anda. Strategi merek merupakan rangkuman dari semua komunikasi Anda  Sergio Zyman, The End of Marketing as We Know It

Branding (merek) diyakini memiliki kekuatan superdahsyat dalam memengaruhi dan mengarahkan sikap serta perilaku konsumen dalam membeli. Brand adalah sarana komunikasi perusahaan kepada masyarakat dalam rangka mempengaruhi massa (McQuail, 1987:56). Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali ditemukan brand yang berbeda-beda dengan produk yang sejenis, contohnya untuk brand air mineral. Brand seperti Aqua, Ades, dan lain sebagainya begitu menjamur di pasaran. Tetapi, mengapa brand Aqua lah yang muncul pertama kali dalam benak konsumen? Inilah yang disebut dengan top of mind. Bagaimana caranya agar brand usaha dapat menjadi top of mind di benak konsumen? Inilah tantangannya.

Brand ibarat nyawa dalam dunia perdagangan. Begitu dahsyatnya arti sebuah brand sehingga Kenneth Roman dan Jane Maas melukiskannya seperti ini, “Keajaiban merek dapat mengangkat produk menjadi sesuatu di atas hal biasa (Roman&Mass, 2005:3).  Brand menjadi sangat diperlukan karena ia sebagai penanda barang atau jasa dari para penjual serta pembeda dari pesaing. Ia adalah perpaduan antara seni dan sains untuk menyampaikan sebuah janji, yang dibuat oleh perusahaan kepada audiensnya, sebagai perwujudan nilai dan emosi dari perusahaan tersebut. Begitu besarnya kekuatan dan pengaruh branding sehingga terkadang pelaku usaha rela merogoh dalam-dalam koceknya dalam mem-branding produknya.

Brand dapat melahirkan kesetiaan konsumen serta mampu untuk menangkap harga premium. Fungsinya adalah sebagai penyederhana informasi, komunikator, dan sebagai sarana untuk memudahkan keputusan pembelian. Begitu pentingnya arti sebuah brand menjadikan para pelaku usaha harus berpikir keras untuk berinovasi. Inovasi merek adalah harga mati jika menginginkan kemajuan. Dan, berbicara inovasi berarti berbicara soal ide—pengusaha yang inovatif paham bahwa inovasi merek dimulai dari sebuah ide (Drucker, 2004:9).