Mentari Tersaput Mega

Posted on May 18, 2011

0



Mentari belum kunjung bersinar. Masih tersaput mega. Secercah asa akan hasrat bercinta luput. Aku masih tetap di sini mendambamu.

Aku tak berhenti mencari keanggunan tingkah dan estetika pahatan ragawi. Keteduhan pribadi nan sederhana masih menjadi misteri. Semua yang nampak belum sepenuhnya bernilai.

Anyaman benang asmara tak juga berujung. Baru setengah jadi dan masih seperti dulu. Sebentuk cinta dari hati lamban bergulir. Jangan-jangan memang ini sebuah kebuntuan hasrat bercinta. Ahh bukan. Bukan itu. Aku yakin ini bukan kebuntuan. Inilah satu fase untuk menapaki mimpi. Satu etape dimana aku harus menghargai harapan.

Aku rindu malam dengan semarak kilau bintang. Tenggelam dalam dekapan malam minggu. Kali ini aku akui menyerah pada waktu, tapi tidak pada cinta.

Cintaku cintamu. Berharap menjadi padu. Meski bosan, bukan jadi alasan bagiku untuk menunggu.

Perempuan terkasih, mari sini kita bangun cerita tentang cinta sejati.

Tagged: , , ,
Posted in: Poem, Short Story