Lari!

Posted on May 8, 2011

4



Entah kenapa aku sedikit merasa rapuh belakangan ini. Kawan-kawan seperjuanganku di kuliah, kawan-kawan tempat beradu pemikiran dan kawan-kawan satu idealisme dulu semasa kuliah hilang satu per satu. Mereka yang dulu satu pemikiran, satu visi, dan satu idealisme perlahan tapi pasti raib. Mereka kini mimilih mencari aman.

Hanya karena alasan perut mereka rela menjadi kuli. Mereka cari aman dengan itu. Sedikit bahkan tak ada dari mereka yang berani ambil resiko. Mereka menjauh dan kabur mencari penghidupan yang layak sendiri-sendiri.

Heyy…kemana kalian? Aku butuh bantuan. Aku butuh tandem berpikir. Aku butuh beradu pemikiran.

Alunan merdu idealisme yang dahulu pernah kita bangun bersama kini lenyap seketika. Hanya demi alasan perut dan di bawah perut semua menghindar. Bukankah kita dididik di dalam satu wadah? Bukankah kita diajarkan tentang kepemimpinan, organisasi, manajemen? Kenapa kalian rela hanya menjadi kuli demi sesuap nasi?

Kita punya mimpi. Kita juga pasti sama-sama ingini masa depan pasti. Ayolah kawan. Mari sini. Kita sama-sama bangun mimpi. Kita berbagi. Aku punya mimpi dan kalian juga pasti punya mimpi. Mari penuhi dunia ini dengan mimpi-mimpi. Acuhkan agitasi manis sesaat. Toh kita hidup sekali. Sayang kalau cuma jadi kuli. Mending kita sinergiskan mimpi menjadi satu visi pasti.

Aku tak yakin bisa sendiri gapai mimpi. Harus ada kamu. Harus kita. Dan bukan siapa-siapa. Kita muda. Kita kaya obsesi. Kita ibarat amunisi yang siap meledakkan granat mimpi-mimpi. Sayang jika kita mati nanti tak bisa gapai mimpi.

Sekali lagi, hidup cuma sekali. Jangan lari kawan!

Tagged: ,
Posted in: Contemplation