Masa Kini Milik Kita

Posted on March 27, 2011

2



Ketika kita masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menghirup udara sampai detik ini berarti kita masih mempunyai ingatan akan sebuah masa lalu dan masa sekarang. Masa kini sudah pasti milik kita, tapi apakah memang benar-benar sudah menjadi ‘milik kita’ sepenuhnya?

Cobalah untuk memaknai hidup ini. Masa lalu dan masa kini akan benar-benar menjadi miliki kita ketika memang kita telah bermakna dan berarti untuk semua mahluk. Kebermaknaanlah (will to meaning) yang akan kita tinggalkan dan akan dikenang, bukan sebuah kesia-siaan.

Sekarang adalah masa emas kita, waktu terbaik untuk memperbaiki semua yang belum baik, menata segala yang belum tertata, dan merapihkan apa yang belum rapih. Semoga kita tidak akan pernah lupa dengan ini, ‘manusia yang beruntung adalah manusia yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini’.

Belajarlah dari semua kesalahan-kesalahan, dari setiap detail kekeliruan-kekeliruan kita. Jangan pernah berhenti untuk menjadi lebih baik, dan sekarang adalah saatnya untuk itu. Untuk menata serpihan-serpihan mimpi yang belum tercapai di masa lalu.

Masa kini menjadi sebuah capaian tertinggi kita hingga saat ini. Kita belum menginjak ke masa depan, dan masih berada di masa sekarang. Sudah dua fase yang kita lewati. Masih panjang jalan yang akan kita lewati, namun kita tidak mengetahui jalan seperti apakah yang akan dilewati.

Bersyukurlah kita yang telah diberikan kesempatan untuk mengenyam masa lalu dan masa kini. Ubahlah rasa-rasa pahit kita menjadi rasa-rasa manis, penuhilah jalanmu dengan warna, cinta, dan rasa. Melangkahlah ke masa depan dan berpijaklah pada tangga masa kini. Wujudkan bahwa masa kini memang benar-benar milik kita, dan melangkahlah dengan tersenyum, Kasih.

(Didedikasikan untuk orang yang kucintai sekaligus kubenci)