2004 de Corps

Posted on March 24, 2011

4



Kita datang dari berbagai latar belakang. Kita hadir dari beragam suku bangsa. Kita berkumpul dengan beraneka isi kepala. Kita pun disatukan oleh perbedaan dan perbedaan. Kitalah 2004 Administrasi Negara FISIP UNPAD.

Kawan, tak terasa telah hampir tujuh tahun kita bersama. Sepertinya baru kemarin kita diospek bareng. Kita tentu masih ingat moment-moment itu. Kita juga tak kan lupa setiap momen yang kita jalani bersama. Terlalu sayang untuk kita melupakan moment menjadi panitia PAM 7 dengan hadiah skorsing 2 tahun, dan saat kita protes soal duit praktikum Jakarta yang berujung pada menangisnya seorang dosen yang mengancam akan memberikan nilai jelek di setiap matakuliahnya, dan soal protes praktikum Ristek dengan tragedi seorang profesor yang tak mau menjawab pertanyaan salah seorang kawan 2004, dan yang terakhir soal praktikum Bali yang aku sendiri kena damprat. Dan, dari semua moment itu, ALHAMDULILLAH kita kena semprot oleh “yang di atas”.

Kawan, segala persoalan yang menjelang kita mampu hadapi dengan kepala dingin. Tak sedikit masalah yang hadir kita pun pecahkan dengan kedewasaan. Jika yang tua malah kekanak-kanakan, kita yang muda yang coba dewasa. Sebuah akumulasi persoalan telah menjadikan kita, 2004, menjadi teruji ternyata. Kita ditempa dengan banyak persoalan yang pada akhirnya membuat kita “jadi”, secara individu ataupun secara tim 2004. Bukankah keris yang ditempa berkali-kali lebih dahsyat daripada keris yang hanya ditempa sekali?

Kawan, terimakasih untuk persaudaraannya. Mencari teman mungkin sama gampangnya dengan mencari musuh. Kita bertemu di jalan dan kita berkenalan dengannya, kita bisa menjadi teman. Tapi, menjadi saudara—menjadi orang yang mau diajak sakit bareng, bukan hanya senang bareng—sangatlah susah. Beruntung kita dapat bersaudara. Berkeluarga untuk selamanya, bukan untuk 4 tahun. Karena hanya hidup demi sesama yang membuat kehidupan menjadi bermakna. Persaudaraan itu mahal, kawan! Jagalah saudara kita seperti kita menjaga bola mata kita sendiri.

Kawan, banyak mimpi-mimpi yang ingin aku bangun. Menjadi angkatan yang bermakna dengan berbagai pencapaian dan kebermanfaatan lah mimpi yang ada di benakku kini. Siapa yang dapat mengejawantahkan mimpi itu? Kita semua, dan bukan orang lain.

Kawan, sebuah keberhasilan tidak akan pernah dapat diraih tanpa adanya sebuah semangat dan semangat tidak pernah akan timbul tanpa adanya kebersamaan dan kesatuan oleh masing-masing individunya. Sebuah sapu lidi tidak akan bermanfaat saat ia hanya terdiri dari satu batang lidi, tapi ia akan sangat kuat dan bermanfaat ketika ada sebuah penyatuan dan pengikatan untuk bisa satu.

Kawan, semoga kita saling memaafkan salah yang saudara kita perbuat. Semua salah yang terjadi hanyalah murni ketidaksengajaan dan karena ketidaktahuan. Relatifkanlah kesalahan, karena kita akan menjadi miskin hati jika kita tak merelatifkan kesalahan dan kekeliruan.

2004 tak lebih dari hanya sekadar kain kanvas putih. Kita lah, mahluk-mahluk 2004, yang melukisinya. Memberi warna yang berbeda pada kain putih polos itu, sehingga menjadi enak dilihat.

Lukislah 2004 dengan warnamu masing-masing, kawan!

Posted in: Inspirational