Soal Masa Lalu

Posted on March 22, 2011

2



Cobalah untuk bernostalgia dan sejenak singgah di dalam masa lalumu. Belajarlah dari masa lalumu, namun jangan pernah hidup selamanya di dalamnya.

Masa lalu adalah acuan kita untuk mnginjakkan langkah ke masa depan. Dengan menjelajahi masa lalu kita menjadi berani untuk beranjak ke fase kehidupan berikutnya. Masa lalu juga sebagai pelajaran. Suatu pembelajaran biar kita tidak terjebak pada kegagalan yang sama. Karena manusia tentu tidak mengingini menjadi seekor keledai yang rela terjebak dua kali dalam lubang yang sama.

Jangan takut untuk melakukan perjalanan ke masa lalu karena kita dapat belajar dari masa lalu—sekalipun itu pahit. Tiap manusia pasti memiliki masa lalu, dan pasti belum tentu untuk dapat mencicipi masa depan. Bayangkanlah masa kanak-kanak kita, bagaimana merasakan sedih, senang, tertawa, menangis, sakit dan sebagainya. Seorang yang besar pasti akan selalu belajar dari masa lalu.

Kenali diri kita dengan terlebih dahulu menyelami dan menggali masa lalu. Pelajarilah kekuranganmu dan perbaiki kesalahan atau kekeliruan yang pernah terjadi, kemudian cobalah sedikit demi sedikit merangkai kepingan-kepingan masa lalu. Sempurnakanlah yang belum sempurna dan tempatkanlah pada sebuah kondisi yang sudah semestinya. Ingatlah masa-masa sakit kita, masa-masa senang kita, dan masa-masa sedih kita.

Tapaki sederet masa lalu yang pernah singgah. Jangan pelit hanya untuk sekadar singgah. Kerahkan akal, pikiran, dan perasaan untuk itu. Bekali diri kita dengan masa lalu, jadikan itu sebagai modal ke fase berikutnya. Anggaplah masa lalu sebagai kamus yang senantiasa kita belajar darinya. Syukuri semua yang telah Tuhan kasih, walaupun itu sebuah kesedihan dan kenestapaan. Beritahukanlah kepada alam semesta atas apa yang telah Tuhan berikan kepada kita, banggalah terhadap masa lalu kita dan percayalah bahwa masa lalu adalah salah satu nikmat terindah yang telah Tuhan anugerahkan kepada manusia.