Elegi Cinta

Posted on March 20, 2011

0



Dia seorang gadis yang belum genap 17 tahun, berparas cantik, bertubuh tinggi, berkulit langsat, menebarkan aroma kegenitan yang akan menawan pandang siapa pun yang menatapnya. Sorot mata tajam yang berpadu dengan senyum manis bibir tipis mampu menyihir laki-laki, kecil besar, tua muda.

Ia seorang perjaka yang belum genap 17 tahun pula, berwajah tampan, berbadan jangkung, berkulit remang, menebarkan pesona kegagahan yang mampu mencengkeram mata bagi yang memandangnya. Sorot mata tegas yang berpadu dengan kumis tipis mampu membius perempuan, besar kecil, muda tua pula.

Mereka berdua memadu kasih asmara layaknya pasangan muda mudi kebanyakan jaman sekarang yang katanya serba bebas dan serba terbuka tak peduli norma, aturan, nilai atau apapun yang menghalanginya.

Terbius oleh manisnya ragawi, terhanyut oleh suasana asmara, terbawa gejolak hasrat mencoba, terhasut akan gairah yang ada.

Tak mampu menahan laju hasrat yang kian memuncak di saat kesempatan terbuka lebar-lebar membujuk niat untuk menikmati manisnya tubuh masing-masing karena tak ada yang tahu, tak ada saksi, tak ada mata, hanya sepi yang tahu, nafsu yang tahu, setan yang tahu, dan kelamin yang tahu yang akhirnya mengaburkan yang tabu.

Biar semua lepas, biar semua terbuka, biar nafsu mengalir, biar libido membuncah, biar masing-masing mereguk madu, biarkan kelamin berpadu.

Jika tak ada tameng diri sedangkan pintu kesempatan terbuka luas apapun bisa terjadi.
Jangan pernah mencoba!!!