Sang Guru (Part. 5)

Posted on December 31, 2010

0




Hari itu, menjelang sore Pak Somad tak seperti biasanya. Ia langsung tertidur selepas sholat dzuhur, sehabis mengajar. Biasanya ia langsung berganti baju dan menuju ke sawah untuk mengairi sawahnya. Namun, kali ini ia langsung tergolek di tempat amben reotnya.
“Kenapa Pak’e?” Tanya istrinya.
“Ndak apa-apa kok Bu’e,” jawabnya sambil meringis memegang dadanya. “Bapak pingin beristirahat sebentar”.
“Benar ndak apa-apa?” Tanya istrinya lagi sedikit khawatir.
“Iya, ndak apa-apa,” jawabnya singkat. “O iya Bu’e nanti bangunin Bapak ya menjelang Ashar”.
“Iya, ya sudahlah Bapak istirahat saja. Ibu mau ke sawah sebentar”. Sang istri melenggang keluar dari gubuk reotnya. Tak ada perasaan aneh ataupun kekhawatiran hari itu.
Seperti yang dijadwalkan, Kartini, sang istri pun pulang setelah mencabuti rumput yang tumbuh di sela-sela tanaman padinya. Perlahan ia mulai membuka pintu tempat tinggalnya. Ia sempat membasahi kerongkongannya dengan segelas air yang ia tuang dari kendi di meja makan. Setelah dahaganya terobati, ia pun menuju ke kamarnya untuk menunaikan janjinya. Jarum jam belum beranjak dari angka empat kala Kartini menyibak tirai kamarnya. Tak ada pintu, hanya kain kumal yang sekadar pelengkap untuk menutup kamarnya.
Alangkah terkejutnya ia ketika mendapati suaminya, Pak Somad, telah terbujur kaku. Tak ada gerak secuil pun dari Pak Somad ketika tangan istrinya memegang dan menggoyangkan lengannya.
“Pak… Pak’e, bangun. Pak…,” suara kartini semakin naik sambil terus menggoyangkan tangan sang suami. Mulai cemas ia mendekatkan telinganya pada dada suaminya. Tak lagi ada detak jantung. Ia telah meregang nyawa. Ia terlelap di atas amben reotnya. Jasadnya dingin, sudah rebah berselimut lembayung sore yang menerobos lewat sela-sela gribik gubuknya. Matanya terkatup rapat, serapat katupan bibirnya yang membiru. Seorang guru yang selalu tersenyum ketika menghadapi berbagai persoalan itu diam tak bergerak. Ia telah melewati kehidupan yang penuh warna dan sarat makna. Ia sang pengabdi sejati.
***
tamat