Sang Guru (Part. 3)

Posted on December 28, 2010

0




Ia kembali membuka Koran edisi kemarin yang belum sempat ia baca. Kemarin ia langsung pergi ke sawah selepas mengajar. Setelah itu tak sempat lagi ia membaca karena harus disibukkan dengan mengoreksi pekerjaan rumah para muridnya. Baru pagi itu ia sempat membaca Koran yang dibelinya kemarin. Koran yang dibeli dengan menyisihkan kepingan receh sisa membeli garam untuk padinya.
Ia sempatkan membaca sebelum beranjak mengajar. Sekolah tempatnya mengajar berjarak kurang lebih 9 KM dari tempat tinggalnya. Dibutuhkan satu jam ia untuk mengayuh sepeda ontelnya untuk sampai di sekolah. Hanya sepeda tua yang ia punya. Itu pun warisan dari almarhum bapaknya dulu. Di 35 tahun pengabdiannya menjadi guru masih belum mampu untuk membeli motor. Jangankan motor. Untuk memperbaiki gubuknya yang telah reot hampir roboh atau bahkan untuk makan sehari-hari saja ia masih ngutang sana-sini.
Begitulah hidup sederhananya. Padahal, jika mau dibandingkan dengan guru-guru yang lain, ia salah seorang guru yang paling miskin. Di saat yang lain memakai sepede, ia memakai sepeda. Di saat yang lain memakai sepeda motor, ia masih memakai sepeda. Sekarang, di saat yang lainnya bermobil, ia tetap setia dengan ontelnya.
“Pak Somad mbok ya beli motor,” seloroh salah satu teman gurunya. “Jarak rumah ke sini kan jauh, apa ndak capek toh?”.
“Hmmm…” Pak Somad hanya menjawabnya dengan senyum ramahnya. “Ah, biasa saja kok Bu. Malah saya bersyukur masih ada kendaraan”.
“Alhamdulillah ndak jalan kaki,” lanjutnya singkat.
Kesehariannya mengajar di sekolah dasar hampir setengah abad hanya menghasilkan sebidang tanah untuk bercocok tanam dan untuk mendirikan gubuk reot. Tak lebih hanya untuk itu. Gajinya tak seberapa. Maklum, desa yang ditinggalinya adalah salah satu desa tertinggal di Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Jarak desa ke kota pun hampir 20 KM. butuh waktu setengah hari untuk mencapai kota. Bahkan, jika ditempuh dengan bersepeda, bisa sampai satu malam perjalanan—dan tak jarang warga yang melakukan perjalanan dengan bersepeda.

bersambung…