Aktivitas mendaki bisa jadi manifestasi kecintaan anak bangsa kepada ibu pertiwinya. Memahaminya lewat sisi alam raya nusantara yang memukau. Loh, kok bisa? Iya, Sob. Soe Hok Gie pernah bilang kalo pengen mengenali lekuk tubuh ibu pertiwi, maka mendakilah. Begitu kata Gie yang seorang sekaligus pendiri Mapala UI itu. Buat saya pribadi sih, mendaki bukan hanya sekadar hobi, melainkan sudah jadi gaya hidup (life style). Asyik lho bisa nikmatin alam and berfoto ria di puncak gunung. Kamu juga bisa mengenali Indonesia lebih dalam, Sob. Apalagi kalo perginya sambil backpacker-an gitu. Menjelajahi pelosok negeri sambil nenteng kamera. Bisa berfoto-foto mengabadikan objek-objek menarik, baik itu keindahan alam ataupun local genius masyarakat Indonesia. Hmm.. Menarik ya.
May 16, 2013
Kenapa ember bulet? Hmm.. Iya ya, kenapa juga bentuk ember musti bulet. Kenapa gak ada ember kotak? Lucu kali ya kalo ada ember bentuknya kotak. Kalo ada bisnisman yang berani buka bisnis memproduksi ember kotak, gue pasti bakal acungin jempol. Soalnya ini ide yang orisinal, Sob. Gue sih berharap kalaopun gak ada yang mau, dan gue punya modal bakal gue buat tuh ember kotak. Diproduksi masal and dipasarin ke seluruh Indonesia. Keren khan?
May 13, 2013
Kalo yang ini cerita jaman gue KKN, Sob. KKN alias Kuliah Kerja Nyata itu sebenernya cuma have fun aja sih. Sisi pengabdiannya cuma 30% lah paling banter. Sisanya, 70%, itu antara asmara, pesta-pesta, dan foya-foya. Hehe..
May 6, 2013
Sabtu lalu, tepatnya tanggal 23 Maret 2013 sejumlah aktivis lingkungan dunia secara serempak menggelar aksi Earth Hour, tak terkecuali di Indonesia. Katanya, Earth Hour adalah gerakan cinta dan peduli lingkungan dengan cara memadamkan lampu selama kurun waktu satu jam. Bukan tanpa alasan memang, bumi yang kita tinggali telah berumur dan semakin renta saja. Isu pemanasan global (global warming) nampaknya menjadi isu dunia yang strategis dalam menyulut kembali kecintaan manusia terhadap lingkungan. Lalu, efektifkah gerakan ini?
May 23, 2013
0