Appreciative Inquiry (Siklus 4 D)

Posted on November 22, 2012

0



Appreciative Inquiry (Amanda Bloom-Diana Whitney)

“If You Can Dream It, You Can Do It”

Walt Disney

APA ITU AI?

Appreciative Inquiry (AI) adalah sebuah proses perubahan yang positif, yang bersifat sangat afirmatif (positif&sungguh-sungguh). AI, melalui Siklus 4 D, sama sekali tidak melibatkan pendekatan-pendekatan defisit dalam analisis organisasi, yakni hal-hal seperti akar penyebab kegagalan, kesenjangan, rintangan, ancaman strategis, atau penolakan terhadap perubahan. Semua kegiatan, praktik, dan proses AI berpusat pada sisi terbaik organisasi—baik di masa lalu, masa kini, maupun masa depan. AI sama sekali tidak mengingkari bahwa masalah dan persoalan itu tidak ada. Kita tidak menafikkan itu. Tapi, memfokuskan diri pada hal-hal positif dan kelebihan yang dimiliki jauh lebih efektif ketimbang berbicara soal masalah dan persoalan, bukan?

Dalam organisasi praktek Appreciative Inquiry (AI) berarti;

  • Melahirkan sikap terbuka, saling menghargai dan tidak saling tuding, lempar tanggung jawab dan mencari kambing hitam.
  • Membuat orang percaya diri untuk melakukan tindakan positif, karena apapun tindakannya akan dilihat kelebihan dan keberaniannya.
  • Melahirkan visi baru dan merefleksikan tujuan yang ingin diraih.

APA ITU SIKLUS 4 D?

“Ketika aku bermimpi sendiri, itu hanyalah sebuah mimpi. Ketika kita bermimpi bersama, itu adalah awal sebuah kenyataan. Ketika kita bekerja bersama, mengikuti mimpi kita, itu adalah penciptaan surga di dunia.” Pepatah Brasil

Appreciative Inquiry (AI) adalah kajian dan penggalian terhadap hal-hal yang memberi jiwa pada sistem-sistem manusia (human systems), ketika sistem-sistem tersebut berjalan dalam kondisi terbaiknya. Siklus ini dimulai dengan identifikasi mendalam tentang apa yang akan dipelajari (Topik Afirmatif). Topik yang terpilih akan menjadi agenda organisasi untuk pembelajaran dan inovasi.

Siklus 4 D:

  • Discovery; sebuah pencarian yang luas dan kooperatif untuk memahami “apa yang terbaik dari yang ada” dan “apa yang telah berlaku”. Mencakup inti positif organisasi, kisah teladan organisasi, peningkatan pengetahuan organisasi dan kearifan kolektif, perubahan yang tidak terencana.
  • Dream; sebuah penggalian yang memberikan kekuatan tentang “apa yang mungkin”. Tahap ini adalah saat masing-masing orang memunculkan harapan, impian, hubungan serta organisasi mereka. Ini adalah saat untuk memimpikan berbagai kemungkinan yang besar, hebat, dan melampaui batas yang telah tercapai di masa lalu.
  • Design; serangkaian proposisi provokatif yang dalam pernyataannya menggambarkan organisasi yang ideal atau “apa yang seharusnya”. Mereka mengingat kembali apa yang sudah ditemukan dan diimpikan untuk kemudian memilih elemen-elemen yang memiliki dampak besar, kemudian menyusun serangkaian Proposisi Provokatif yang membuat berbagai kualitas organisasi yang paling mereka inginkan (ideal).
  • Destiny; serangkaian tindakan penuh inspirasi yang mendukung pembelajaran dan inovasi berkelanjutan atau “apa yang akan terjadi”. Tahap ini secara khusus memusatkan diri pada komitmen dan arah ke depan individu serta organisasi. Hasilnya adalah berupa susunan perubahan yang luas di organisasi, mencakup; praktek manajemen, SDM, sistem pengukuran dan evaluasi, pelayanan, dan proses kerja secara struktur.

Siklus 4 D (AI)

SETELAH ITU APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Susun Agenda Perubahan;

  • Mempercepat perencanaan, pengambilan keputusan, dan inovasi.
  • Menciptakan visi masa depan yang inspiratif dan generatif.
  • Memperkokoh kemitraan/aliansi.
  • Merancang atau menciptakan momentum bagi sebuah organisasi.

Buat Proposisi Provokatif;

“Kami bertekad untuk menentukan sendiri nasib pekerjaan kami. Saat kami merasa senang, kami bekerja; Saat kami tidak merasa senang, kami mencari tim yang menyenangkan”

Masing-masing Individu Punya 6 Kebebasan;

  • Kebebasan untuk dikenal dalam hubungan
  • Kebebasan untuk didengarkan
  • Kebebasan untuk bermimpi dalam organisasi/komunitas
  • Kebebasan untuk memilih dalam berkontribusi
  • Kebebasan untuk bertindak dengan dukungan
  • Kebebasan untuk menjadi positif

Jika Sang Budha pernah berkata, “hidup adalah penderitaan,” masalah ibarat penderitaan—yang akan selalu ada. Maka, ingatlah bahwa disamping penderitaan ada kesenangan, disamping masalah ada harapan, pun dibalik kesusahan akan selalu tersimpan impian keberhasilan.

 

the dream team

Intisari “The power of Appreciative Inquiry”

Diana Whitney&Amanda Trosten-Bloom, 2007

About these ads
Posted in: Book Recency