Cinta adalah soal lamunan delusi. Dipenuhi parade fantasi. Seperti malam tahun baru dihiasi kembang api.
Angan jauh menerobos realita. Seketika jiwa terbalut estetika.
Jika asa menancap dalam-dalam. Dimensi semesta menjadi tak berarti.
Jika pahit mendewasakan, maka manisnya cinta ukir tawa.
Kita tak tau pasti kemana kita pergi. Biarkan imaji berekspansi. Luncurkan saja hati.
Posted in: Poem










Anggalia Putri
July 25, 2012
Ah, Kang Edi menulis puisi cinta ;p
Saya baru bikin puisi patah hati, mungkin bisa jadi penimbang
Kita berdua tidak untuk jadi satu
Hanya tersisa rindu yang gelisah, menyergap dalam senyap
Melintasi padang gersang impian setiap malam (bukan pilihan!)
Hanya untuk tersentak membuang harap kala pagi menjelang
Kamu ada di sudut hati sebelah mana aku tak tahu
Ia sudah kucoba matikan, babak belur biru-biru
Tapi sedikit saja derai tawamu terdengar
Runtuh seketika benteng pertahanan, semua serdadu tercerai
Ada hati yang berbisik, tolong jangan jadi benci
Ada pula yang merintih, sudah, pergi saja sana!
Tiap kali menengok ke belakang
Kulihat ia terbakar: hitam, hitam menjadi jelaga
Tapi, apa mau dikata
Sepotong hati yang hangus pun masih bisa cinta
nurediyanto
July 25, 2012
‘Sepotong hati yang hangus pun masih bisa cinta’
sungguh untaian kata yg indah
soal pahit, tangis, prahara, lara, dan duka, jika dijalani dengan cinta, dimensi semesta menjadi tak berarti. waktu menjadi tak terasa sama sekali
soal patah hati : http://klosetide.wordpress.com/2012/06/07/uh/