Koperasi disebut sebagai suatu sistem ekonomi karena memiliki kedudukan ekonomi dan politik yang cukup kuat. Dasarnya adalah konstitusi, yakni berpegang pada Pasal 33 UUD 1945, khususnya Ayat 1 yang menyebutkan bahwa: Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Inilah yang kemudian ditafsirkan oleh Bung Hatta, Bapak Koperasi, sebagai usaha bersama dengan dasar kekeluargaan yang tidak lain merupakan karakter koperasi.
Koperasi bukanlah sebuah lembaga yang antipasar atau nonpasar dalam masyarakat tradisional. Justru, ia berpihak kepada masyarakat kecil dan menjadikannya berdaya guna dalam mengendalikan pasar. Bung Hatta menjadikan koperasi sebagai alat dalam mentransformasikan sistem ekonomi kapitalis korporasi menjadi sistem yang lebih bersandar kepada kerja sama dan kekeluargaan tanpa kemudian menghancurkan pasar yang kompetitif tersebut. Untuk itu, wajar dan benar adanya jika koperasi inilah yang disebut sebagai Robin Hood ekonomi masyarakat kecil.
Dalam buku “Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun”, Bung Hatta (1971) menyebut koperasi sebagai suatu asosiasi atau perkumpulan orang-orang yang bergabung dan melakukan usaha bersama, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar dengan biaya yang rendah melalui usaha yang dimiliki dan diawasi secara bersama dan demokratis oleh anggotanya. Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa tujuan koperasi adalah menjadikan kondisi sosial dan ekonomi anggotanya lebih baik dibandingkan sebelum bergabung menjadi anggota koperasi.
Berdasarkan pemikiran tersebut sangatlah jelas jika koperasi tidak bertujuan mencari laba yang sebesar-besarnya seperti halnya korporasi, melainkan melayani kebutuhan bersama dan juga sebagai wadah partisipasi pelaku ekonomi skala kecil. Koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Pemikiran Bung Hatta tak lekang oleh zaman dan masih relevan sebagai pengurai benang kusut keterpurukan ekonomi masyarakat ditengah minimnya keberpihakan pemerintah akan hal tersebut.










nanang
June 26, 2012
Tapi, kalau dilihat dari peminat calon mahasiswa yang masuk Ikopin masih jauh dibanding kampus tetangga seperti Unpad dan IPDN ya?. Apa kita (saya) sebenarnya tidak melihat prospek sang soko guru perekonomian bernama koperasi?
nurediyanto
June 26, 2012
sangat bisa jadi seperti itu gan nanang. yg jelas, kalo kita bicara anak muda, berarti bicara soal gengsi. menggeluti dunia koperasi jauh tidak populer drpd dunia perbankan konvensional. mreka lbh bangga kerja di bank drpd di koperasi.
koperasi dianggap kuno dan gak gaul. padahal jika ditelisik lebih dalam, inilah solusi ekonomi kerakyatan
terimakasih sudah berkunjung, salam kenal
harvey06
July 2, 2012
mengerjakan dari yang kecil untuk dampak yang besar
nurediyanto
July 2, 2012
spakat bung harvey
koperasi itu kecil, tapi jika serius dpt berdampak besar
terimakasih sudah berkunjung